Fakta WR Soepratman, Pencipta Lagu Indonesia Raya

Sebagai anak Indonesia, siapa sih yang nggak tau Indonesia Raya? Kalau kamu nggak hafal, duh, kebangetan deh! Lagu kebangsaan Indonesia ini wajib dinyanuikan saat upacara bendera setiap hari Senin pagi di sekolah dan di instansi pemerintahan untuk memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia.

Setiap orang pasti tau, pencipta lagu Indonesia Raya, W.R Soepratman, sosok pahlawan nasional yang sering kita lihat fotonya sebagai pria berkacamata.

Tapi, tahuka kamu kalau lagu Indonesia Raya dimainkan pertama kali pada saat Kongres Pemuda II di Batavia pada 28 oktober 1928 lalu? Selain itu, ini dia beberapa fakta penting lainnya tentang W.R Soepratman. Yuk simak!

Kontroversi tanggal lahir

Image: brilio.net

W.R Soepratman adalah keturunan dari pasangan Djoemeno Senen dan Siti Senen. Djoemeno Senen pernah bergabung dengan tentara KNIL (kesatuan tentara Hindia Belanda). Hari kelahiran W.R Soepratman telah ditetapkan pada tanggal 9 Maret 1903 pada saat Megawati Soekarnoputri menjabat sebagai presiden. Namun Pengadilan Negeri Purworejo telah menerbitkan keputusan bahwa tanggal kelahiran Wage (nama sebutan W.R Soepratman) yang benar sesuai fakta adalah tanggal 19 Maret 1903. Baik tanggal 9 atau 19 Maret sama-sama jatuh pada hari pasaran Wage.

Kontroversi kota kelahiran

sixcie-man.blogspot.com

Di banyak buku sejarah, ditemukan informasi tempat kelahiran W.R Soepratman yang masih menjadi ambigu, ada yang menuliskan lahir di Jakarta, namun ada juga yang menuliskan di Surabaya. Namun, berdasarkan pengakuan Roekijem, kakak W.R Soepratman kepada penulis biografinya, W.R Soepratman lahir di Jakarta namun dimakamkan di Surabaya.

Selain tanggal, Pengadilan Negeri Purworejo juga telah menerbitkan keputusan tentang tempat kelahiran W.R Soepratman yaitu di dukuh Trembelang, desa Somongari, kecamatan Kaligesing, kota Purworejo.

Tidak pernah menikah atau memiliki anak

Sepanjang kehidupannya 35 tahun, W.R Soepratman tidak menikah apalagi memiliki keturunan sampai akhir hayatnya.

Ibu Kita Kartini adalah lagu ciptaannya yang juga abadi

Image: nyoozee.com

Selain Indonesia Raya yang terus dikumandangkan oleh rakyat Indonesia, Ibu Kita Kartini merupakan lagu ciptaan W.R Soepratman yang juga populer, terutama setiap 21 April yang ditetapkan sebagai hari Kartini.

Sampai akhir hayat tak pernah tahu lagu ciptaannya jadi lagu kebangsaan

W.R Soepratman ditangkap Hindia Belanda ketika menyiarkan lagu ciptaannya yang terakhir, Matahari Terbit bersama pandu-pandu di NIROM Jalan Embong Malang, Surabaya, lalu ditahan di penjara Kalisosok, Surabaya. Ia meninggal 7 tahun sebelum proklamasi, pada tanggal 17 Agustus 1938 karena sakit. Artinya, ia tak pernah tahu bahwa Indonesia Raya ditetapkan sebagai lagu kebangsaan negerinya sendiri.

Diberi nama sisipan Rudolf padahal bukan orang Belanda

Nama Rudolf pada W.R Soepratman adalah pemberian kakak iparnya, yaitu WM van Eldik supaya bisa bersekolah di Europese Lagere School (ELS) yang cuma menerima orang Eropa dan Belanda. Sayangnya, trik tersebut tak bertahan lama karena Wage akhirnya ketahuan dan dikeluarkan dari ELS lalu pindah ke Sekolah Melayu.

Film W.R Soepratman baru dibuat tahun 2017

Image: sindonews.com

Meski telah mashyur sebagai pencipta lagu kebangsaan, selama ini ternyata belum pernah ada film mengenai kisah hidupnya. Dan film Wage saat ini sedang digarap oleh sutradara John de Rantau dengan gender biografi . Menampilkan Rendra sebagai pemeran tokoh WR Supratman, serta sederet aktor dan aktris, seperti Tengku Rifnu Wikana dan Annisa Putri Ayudya. Lokasi syuting antara lain di kawasan kota lama Semarang, Solo, Magelang, Jogja dan tentunya kota Purworejo. Diharapkan Film Wage tayang serentak secara nasional pada hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2017.

Nah itu dia 5 fakta dari pencipta lagu Indonesia Raya yang patut diketahui kita semua sebagai orang Indonesia. Fakta mana yang baru kamu ketahui, ShopBackers?

Sumber : Disalin dari shopback.co. id

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *