Kisah Sepercik Karomah Haji Darip Klender

Perpek Media – Berikut ini adalah beberapa kisah sepercik karomah para Wali Allah yang Dianugerahkan kepada Haji Darip didalam perjuangannya membela tanah air Indonesia.

HAJI DARIP MENADANGI PELURU DENGAN WADAH

Di kisahkan dari Kong Misan, putra pejuang Depok jawa barat bernama Kong Daeran. Beliau bercerita tentang apa yang disaksikan saat ikut berjuang bersama ayahnya dan Haji Darip di Karawang Jawa barat.

Saat pertempuran menghadapi pasukan Jepang di Bekasi, Kong Misan menyaksikan bagaimana Haji Darip menadangi peluru dengan wadah. “Kalau dia memang sakti, peluru saja ditadangin pake ember,” kata Kong Misan saat berbincang dengan merdeka.com beberapa waktu lalu.

HAJI DARIP SELAMAT DARI RUDAL PESAWAT TEMPUR TENTARA INGGRIS

Di kisahkan dari salah seorang exponen pejuang 45 keturunan arab (75 th), asal cipinang jakarta timur bernama Qodri saat berbincang dengan warga setempat.

Pada saat itu ia bersama pasukan TKR dan Haji Darip sedang bertempur di jalur antara Karawang – Bekasi. Mereka dibuat takjub oleh Haji Darip saat menyaksikan rudal pesawat tempur Inggris yang mereka duga akan jatuh mengenai pasukan Haji Darip, namun rudal itu seperti berbelok sendiri berganti arah dan jatuh di tanah yang jauh dari penduduk.

HAJI DARIP TAHU AKAN DISERANG RUDAL/BOM/MORTIR KIRIMAN TENTARA BELANDA ATAU INGGRIS

Di kisahkan dari Istri Haji Darip yang bernama Ibu Sarfinah (84 th) saat berada di Purwakarta, tempat persembunyian Haji Darip. Waktu itu, ibu sarfinah sedang masak. Tiba-tiba saja Haji Darip memerintahkannya untuk kemas-kemas buat pindah dan meninggalkan barang-barang seraya Haji Darip berkata “Sebentar lagi Belanda Mau Menyerang”. Setelah mereka sudah keluar dari rumah persembunyiannya, kira-kira satu kilometer, bom jatuh tepat di rumah yang baru saja ditinggalin ibu sarfinah dan Haji Darip. Kemudian mereka pindah (masih di daerah Purwakarta) disebuah rumah besar milik orang Belanda yang berhasil diusir pasukan Haji Darip. Disini Haji Darip tinggal bersama empat orang istrinya.

HAJI DARIP KEBAL PELURU

Kemudian ketika Ibu Sarfinah dan Haji Darip beserta 10 orang pasukan Haji Darip hendak kembali ke Purwakarta setelah menemani Haji Darip menjumpai tokoh-tokoh dari badan-badan perjuangan di Jakarta. dipertengahan jalan, Ibu sarfinah dan Haji Darip beserta pasukannya bertemu satu kompi tentara Belanda. Terjadilah pertempuran. Kemudian Ibu sarfinah mengumpat disemak-semak, dan menyaksikan pertempuran itu secara langsung. Dimata ibu sarfinah, semua anak buah Haji Darip tewas tergeletak kecuali Haji Darip yang tetap berusaha melawan tanpa satu peluru pun yang bisa menembus badannya hingga Haji Darip berhasil melumpuhkan satu Kompi tentara Belanda itu hingga tewas

TERJADI DUA HAJI DARIP DI TANGGAL, BULAN, TAHUN, DAN JAM YANG SAMA

Di kisahkan dari seorang Exponen pejuang 45 asal jawa tengah. bercerita tentang masa-masa mendekam dipenjara Glodok bersama Haji Darip ketika tertangkap Belanda di Purwakarta.

“Pada waktu saya ditahan Belanda dipenjara Glodok Jakarta, lebaran tahun 1948 lamat-lamat saya masih ingat. pas pada waktu itu, tiga malam sebelum lebaran, seorang tokoh pejuang krawang-bekasi yang bernama Haji Darip yang legendaris, masuk kedalam kamar saya sebagai tahanan. orangnya kecil, dengan mata yang bersinar seperti mata burung elang, lengannya kecil tetapi sekeras rotan borneo, bahasanya halus, bibirnya selalu senyum, dan mulutnya selalu bergerak-gerak mengucapkan dzikir.

Kami jadi bertujuh setelah kedatangannya. Ia sama sekali tak pernah berbicara soal perjuangan ataupun soal islam. bicaranya soal sawah dan soal kesulitan hidup para petani. Tetapi setiap hari ada saja kiriman makanan yang masuk untuk Haji Darip dan jumlahnya banyak dan cukup mewah untuk kami bertujuh. Pas pada waktu itu malem takbiran, ada gegeran. Selesai makan malam, Haji Darip terus saja sholat isya’ dan berdzikir tanpa peduli kami. Tiba-tiba pintu barak kami dibuka dengan suara riuh rendah. Begitu terbuka, belasan serdadu KNIL dipimpin kepala penjara Glodok M Rappa, menyerbu masuk “Mana Haji Darip, mana Haji Darip”, mereka seperti tak percaya bahwa Haji Darip dengan tenangnya masih berdzikir menghitung tasbihnya.

Mengapa mereka menyerbu masuk ?

Ternyata pada malam itu, selesai berbuka puasa, satu kompi KNIL dihabisi oleh laskar Haji Darip yang dipimpin Haji Darip sendiri. Padahal kami berenam bersaksi, bahwa sejak pagi Haji Darip tak pernah beringsut dari tempat tidurnya. Ia duduk tak bergeming.

Apakah ada dua Haji Darip ? Ataukah seperti kata orang, Haji Darip bisa berada dimana-mana dalam waktu yang sama ? Kisah lain yang serupa datang dari seorang wanita pejuang asal Jakarta ibu Azizah (93th).

Ketika tentara Inggris dan Belanda hendak memasuki Klender, Haji Darip berunding bersama para pejuang lainnya dan bersiap melakukan perlawanan. Saat pasukan Haji Darip berangkat ke medan pertempuran, ia melihat Haji Darip masuk ke kamar dan menggantungkan baju yang dipakainya. Timbul tanda tanya didalam hatinya ” ko’, anak buahnya disuruh perang tapi dia (Haji Darip) malah masuk kekamar”. Karna penasaran, Ia pun memberanikan diri mengintip kamar Haji Darip dan mencari tahu apa yang dilakukan Haji Darip didalam kamar. Dan ia mendapati bahwa Haji Darip tidur dikamar itu setelah menggantungkan bajunya. Lalu Ia hapuskan semua yang melintas dihati dan pikirannya dan meninggalkan kamar Haji Darip yang nampak tertidur lelap dan menyusul para pejuang yang lebih dulu menuju lokasi pertempuran.

Setelah sampai di medan pertempuran para pejuang, ia dibuat kaget dengan keberadaan sosok Haji Darip yang berada tepat di depan barisan para pejuang yang sedang menggempur tentara Inggris dan Belanda dengan baju yang sama sebagaimana yang ia lihat pada saat Haji Darip memasuki kamarnya dan tidur. Disela suasana hati pikiran yang timbul berbagai prasangka dan tanda tanya “antara percaya dan tidak percaya”, dan untuk memastikannya ia pun memutuskan untuk meninggalkan medan pertempuran dan kembali melihat kamar Haji Darip. Setelah sampai dikamar Haji Darip, Lagi-lagi ia dibuat kaget dengan keberadaan badan Haji Darip yang masih tertidur dan baju yang masih tergantung persis seperti saat pertama kali ia mengintip kamar Haji Darip.

Demikianlah beberapa kisah sepercik karomah para Wali Alloh yang di anugerahkan kepada Haji Darip karna kecintaan dan penghormatan yang tinggi kepada Para Wali dari keturunan-keturunan Nabi Saw (para Habib dan Syarifah) sehingga ia berhasil menempuh jalan kesholehan dan ketawadluan dirinya didalam mengamalkan ilmu agama yang diketahuinya dan juga karna sifat bakti dan taatnya kepada Ayah, Ibu, serta Guru-gurunya yang memberitahukan jalan-jalan ke-Tuhanan kepadanya sehingga ia bisa beribadah kepada Tuhan Alloh Swt sebagaimana mestinya.

Semoga kita dapat memetik pelajaran dari kisah ini, dan memberi manfaat bagi kehidupan kita sekarang dan yang akan datang. Karenanya tetaplah kita berada pada jalan-jalan yang pernah dilalui para pendahulu kita. Yang mereka banyak diterpa kesulitan hidup namun tetap mampu mendekati, mencintai dan berkhidmat kepada para Ulama dan Habaib sehingga bagaimanapun sulitnya kehidupan mereka, tetap mereka dengar dan taat kepada para Ulama dan Habaib dan menghasilkan kita dengan segala kenikmatan yang dulu mereka perjuangkan. janganlah kita sekali-kali membenci, mengganggu, bahkan menyakiti mereka. terutama Ulama/Habaib/Syarifah yang memiliki garis keturunan Nabi Saw. Karna diantara sebab kemuliaan (karomah) Haji Darip didapat karna kecintaan dan pendharma baktian Haji Darip yang tinggi kepada mereka. (Red/Rahmah)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *