Kak Seto Himbau Orangtua Awasi Penggunaan Gadget Pada Anak

Tangerang, Perpek Media : Kepala Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi menghimbau kepada orangtua untuk selalu mengawasi penggunaan gadget kepada anak. Pasalnya, alat digital tersebut dapat mudah mengakses bermacam informasi.

Ia mengatakan, penggunaan gadget dengan bijak oleh orangtua kepada anak dapat menghasilkan pendidikan yang baik dan komunikatif. Namun, bila penggunaan alat digital itu digunakan oleh anak-anak tanpa pengawasan orangtua, dikhawatirkan mereka tidak dapat menyaring informasi yang baik dan buruk.

“Cara mendidik anak juga bisa melalui gadget, namun juga gadget bisa berbahaya. Caranya ya dengan diwaktu-waktukan misal ada jam-jam tertentu saja boleh bermain gadget,” ucapnya dalam acara Seminar Parenting yang digelar oleh Yayasan Kemala Bhayangkari di Gedung Serba Guna Tigaraksa, Kamis ( 31/01/2019).

Kak Seto sapaan akrabnya melanjutkan, hal yang perlu diperhatikan saat anak bermain gadget. Apakah kontent yang mereka lihat positif atau negatif. Karena apa yang tidak ada di sekolah anak bisa mencarinya melalu gadget.

“Jadi kita lihat mereka mencari kontent apa, apakah pelajaran fisika, matematika, atau melihat lihat sejarah Pangerang Diponegoro. Jadi monitoring itu sangat penting,” ujarnya.

Dalam acara itu, Kak Seto juga menyerukan untuk meningkatkan keamanan pada anak agar membentuk satuan tugas perlindungan anak hingga tingkat RT/RW.

“Maka dari kami menghimbau agar dibentuk semacam Seksi Perlindungan Anak Rukun Tetangga (Separta). Itu sudah ada dan Kota pertama yang mendapatkan Muri adalah Kota Tangerang Selatan, lalu ada Kabupaten Banyuwangi, dan Kabupaten Bengkulu Utara. Mudah-mudahan setelah ini untuk Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang bisa,” paparnya.

Sementara, Ketua Yayasan Bhayangkari Cabang Kota Tangerang, Nur Sabilul Alif menyambut baik seruan Kak Seto untuk pembentukan satgas perlindungan anak. Namun perihal tersebut, pihaknya telah memiliki wadah untuk perlindungan anak.

“Untuk pembentukan Satgas Rt Rw seperti yang tadi Kak Seto bilang itu sebenarnya bukan tugas Bhayangkari atau Polisi, karena kami sudah punya wadah untuk itu yaitu PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak). Kami ada unit tersendiri, baik ditingkat polsek atau diatasnya,” tutupnya.

Sumber : tangerangonline.id

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *