The Hunger Bank Palembang

Palembang, Perpek Media – Akhir akhir ini disetiap provinsi di negara Indonesia, tak terkecuali di prov. Sumsel, jutaan ton limbah makanan terbuang setiap harinya. Padahal tentu saja selain mencemari lingkungan jika tidak ditanggulangi dengan benar, limbah makanan ini sebenarnya dapat diolah dengan baik sehingga membantu jutaan orang yang membutuhkannya. Menurut data Badan Pangan dan Pertanian PBB, setidaknya 30 persen dari makanan yang diproduksi di seluruh dunia terbuang sia-sia setiap tahunnya. Banyak orang yang acuh tak acuh terhadap makanan, tak jarang setiap sarapan, makan siang, hingga makan malam banyak makanan yang tersisa dan masih layak makan yang dibuang secara sia-sia. Bahkan tidak mengkonsumsi buah-buahan yg bentuknya tidak bagus dan mulus. Akan tetapi, tak semuanya demikian salah satunya seperti komunitas Hunger Bank Palembang.

Hunger Bank adalah sebuah komunitas yang memfokuskan kepada pemanfaatan makanan sisa baik itu dari restoran, hotel, pribadi, event, hajatan dan yang lainnya yang masih layak makan untuk disalurkan kepada orang-orang yang membutuhkan. Untuk komunitas HB Palembang sendiri sudah berdiri sejak awal bulan september 2018 lalu berawal dari mbak Novita Handaka yang sedang menonton talkshow di salah satu siaran TV yang membahas tentang “Sharing Is Caring” yang bintang tamunya mbak Falencia founder Hunger Bank. Di situlah dengan menyimak dari A-Z tentang Hunger Bank yang memanfatkan makanan berpotensi terbuang lalu di berikan kepada orang-orang yang membutuhkan. Dan spontan langsung terbesit dipikirannya “wah berarti kalo mau berbagi bisa sesimple dan semudah itu”. Karena sebenarnya untuk menolong dan berbagi kepada orang lain itu kita hanya perlu berempati dan peduli dengan keadaan lingkungan dan orang lain di sekitar kita.

Komunitas ini bertujuan untuk mengurangi limbah sampah yang jumlahnya dari waktu ke waktu semakin meningkat serta tentunya untuk bisa membantu orang-orang yang sangat membutuhkan uluran tangan khususnya yang kekurangan dalam segi makanan. “Terdapat dua hal pokok yang menjadi tujuan berdirinya komunitas Hunger Bank ini. Pertama untuk mengurangi volume limbah sampah khususnya makanan yang semakin meningkat karena kurangnya kesadaran diri dari waktu ke waktu. Serta yg kedua memberikan bantuan kepada orang-orang yang membutuhkan makanan sehingga dapat mengurangi jumlah isu kelaparan.

Kegiatan rutin yang dilakukan oleh komunitas Hunger Bank palembang ini adalah mengedukasi masyarakat menghentikan kebiasaan dalam membuang-buang makanan, mencari donatur untuk penyedia makanan, hingga pada akhirnya adalah membagikan makanan tersebut kepada orang-orang yang membutuhkan.

Target yang biasanya dijadikan sebagai penerima makanan adalah orang-orang yang benar-benar membutuhkan seperti orang yang tak memiliki tempat tinggal yang hanya tidur dipinggiran jalan atau yang mengais makanan dari tempat sampah. Biasanya yang menjadi terget untuk menerima makanan dari komunitas Hunger Bank adalah orang-orang yang benar-benar membutuhkan seperti yang tak memiliki tempat tinggal, kekurangan fisik, tinggal digerobak, dan yang mengais makanan dari tempat sampah.

Serta orang-orang yang pekerja keras namun belum memiliki pendapatan/kehidupan yg layak
Karena lebih dari setengah penduduk Indonesia hidup dengan penghasilan kurang dari Rp. 25.000 per hari.

Hunger Bank biasanya mendapatkan makanan sisa/berlebih yang masih layak makan dari restoran, hotel, atau acara-acara tertentu seperti acara kampus, reuni, dan yang lainnya.

Kendala nya saat ini adalah kurangnya informasi secara meluas dan dukungan terhadap kampanye Hunger Bank ini bahwa betapa berharganya limbah makanan itu jika diproses dengan baik.

Untuk daerah penyebaran makanan sudah banyak di wilayah kota Palembang yang dijadikan target untuk membagikan makanan misalnya seperti di Kec. IB I, Kec. IB II, Kec. Bukit Kecil, Kec. Plaju, Kec. Kertapati, dan wilayah-wilayah kumuh seperti pinggiran rel kereta api, TPA , Alang-alang lebar, pasar tradisional dan lainnya. Dalam 1 kali membagikan makanan bisa membawa 20 hingga 50 porsi makanan tergantung masuknya donasi.

Saat ini komunitas Hunger Bank Palembang ini sudah memiliki 20 anggota yang terdiri dari berbagai macam latar dan profesi kebanyakan merupakan mahasiswa, siapapun bisa bergabung dengan komunitas ini dengan mengirimkan permintaanya/ menghubungi ke DM Instagram @hungerbank.palembang atau di no kontak 081273983988 dan memang sedang dibutuhkan relawan sebanyak-banyaknya.

Banyak pengalaman yang didapatkannya dari komunitas Hunger Bank ini salah satunya adalah semua anggota hunger bank Palembang saat ini jauh lebih menghargai makanan dan tak membuang-buang makanan tersebut dengan percuma. Kedepannya dengan adanya komunitas Hunger Bank Palembang ini, banyak orang-orang yang tersadar untuk tidak membuang-buang makanan, peduli terhadap orang-orang yang membutuhkan, dan tentunya mengurangi limbah sampah yang sudah sangat banyak jumlahnya. (vita)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *