Nyepi Tanpa Internet Jadi Nilai Tambah Pariwisata Bali

Bali, Perpek Media – Seperti juga tahun lalu, Hari Raya Nyepi 2019 akan dilalui tanpa internet. Tanpa internet sebagai akses hiburan digital dan juga televisi selama Nyepi, Kamis (7/3/2019), pariwisata Pulau Dewata akan memiliki nilai tambah.

“Karena tidak ada di tempat lain,” kata Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata atau ASITA Bali, I Ketut Ardana, Selasa (5/3/2019).

Ardana menyebut ritual Nyepi oleh Umat Hindu dengan Catur Brata Penyepian yang tidak menyalakan api atau lampu (Amati Geni), tidak bekerja (Amati Karya), puasa (Amati Lelanguan) dan tidak keluar rumah (Amati Lelungan) merupakan keunikan. Ditambah lagi dengan menghilangkan internet selama satu hari.

“Wisatawan yang datang ke Bali mencari hal seperti ini (tradisi Nyepi),” ujarnya. Apalagi ini sudah menjadi tradisi kedua setelah 2018.

Ia menilai, menghapus internet saat Nyepi adalah perkembangan budaya Bali. Sama seperti ogoh-ogoh yang baru muncul sekitar tahun 1980-an. “Sekarang ogoh-ogoh menjadi hal unik dan menarik wisatawan,” terangnya.

Selain itu, kunjungan wisatawan ke Bali setiap Hari Raya Nyepi justru meningkat sekitar 10 persen. Namun tahun ini hal tersebut sulit tercapai.

“Karena ada peningkatan harga tiket pesawat,” ujar Ardana. Wisatawan kelas menengah sangat merasakan dampak kenaikan harga tiket. “Mereka membatalkan perjalanan atau mengatur ulang jadwal liburan.”

Direktur Eksekutif Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali, Ida Bagus Purwa Sidemen, mengatakan pihaknya sudah melakukan sosialisasi kebijakan Nyepi tanpa internet. “Hotel dan agen perjalanan sudah mendapatkan sosialisasi itu. Hal itu telah dilakukan sebelum Nyepi 2018,” ujarnya.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfos) Bali, I Nyoman Sujaya, menerangkan tempat layanan publik seperti kantor polisi, rumah sakit dan kantor penanggulangan bencana daerah (BPBD) mendapatkan pengecualian.

Sujaya memastikan seluruh penyelenggara jasa internet atau provider akan mematikan layanan selama Hari Raya Nyepi di Bali. Hal tersebut telah disepakati saat pertemuan dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika pada Jumat (1/3).

“Tidak ada keluhan dari provider,” ujarnya. Pengguna jaringan internet di Bali saat ini, menurut Sujaya, telah tembus satu juta orang. “Memang (saat Nyepi) penggunaan internet meningkat.”

Corporate Communications Telkomsel Bali-Nusa Tenggara, Teni Ginaya, menyebutkan tidak menjadi soal jika internet dimatikan selama satu hari saat Nyepi. “Kami mengikuti instruksi pemerintah saja,” ujarnya.

Layanan internet di Bali akan berhenti mulai Kamis, 7 Maret 2019 pukul 06.00 WITA hingga Jumat 8 Maret 2019 pukul 06.00 WITA.

Pemerintah Provinsi Bali dalam rilisnya menyebutkan, imbauan Nyepi tanpa internet di Bali merujuk pada surat edaran Menteri Komunikasi dan Informatika menindaklanjuti Surat Gubernur Bali Nomor 027/1342/Set/Diskominfos tanggal 21 Pebruari 2019 perihal Bebas Internet pada Hari Suci Nyepi.

Dijelaskan juga, telah dilakukan pembahasan bersama antara perwakilan Kementerian Komunikasi dan Informatika, Pemprov Bali yang diwakili Diskominfos, PHDI Bali, MUI Bali, Musyawarah Pelayanan Antar Gereja (MPAG) Bali, Walubi Bali, Keuskupan Denpasar dengan penyelenggara jasa internet di Jakarta ihwal Nyepi tanpa internet.

Diharapkan umat beragama lain yang berdomisili di Bali bisa menghormati keputusan tersebut. Ketua Perhimpunan Pemuda Hindu (Peradah) Indonesia Provinsi Bali, I Komang Agus Widiantara, menilai arahan untuk mematikan internet selama Nyepi bukan persoalan serius.

“Saya kira tidak masalah. Pro dan kontra pasti ada karena ini baru dua kali diterapkan,” ujarnya.

Agus menyebut, perayaan Nyepi di Bali saat ini masih ada dilakukan dengan meriah terlihat dari ogoh-ogoh saat malam pengerupukan berlanjut hingga esok harinya.

“Kemeriahan itu tampak dengan aneka hidangan makanan saat Nyepi,” ujarnya. Semestinya, Nyepi dilakukan pula dengan puasa (Amati Lelanguan).

Ia menilai, masyarakat yang tidak terbiasa dengan suasana sepi akan beralih ke internet untuk mencari hiburan. Dengan adanya larangan akses internet, umat Hindu diharapkan bisa lebih nyaman menjalani Nyepi. “Wisatawan juga menemukan pengalaman yang berbeda, karena akses hiburan (akan) terbatas,” terangya.

Sumber : beritatagar.id

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *