Menggunakan Lagu Tanpa Ijin Penciptanya, Pengacara Cowboy Gugat Starvision Dan SCTV Masing Masing 100 Milyar

Perpek Media – Setelah menolak mediasi akhirnya Band Reggae Komedi VOC dengan didampingi kuasa hukumnya Firdaus atau yang lebih dikenal dengan panggilan Pengacara cowboy ini mendatangi Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (12/03/2019).

“Hari ini pengajuan gugatan atas somasi yang sudah dikirim oleh Pengacara saya tentang penggunaan karya saya, yang tanpa sepengetahuan saya dipakai untuk beberapa judul FTV di SCTV. Kurang lebih dari info ada 4 judul. Tapi yang baru ketahuan ada 2 ini lagi saya telusuri lagi. Yang saya lihat dengan mata kepala saya sendiri ada 3”, ujar Bintang atau yang akrab dipanggil Banteng Vokalis Band VOC di Pengadilan Negeri Jakarta – Pusat.

“Yang satu judul FTVnya ‘Asmara Tukang Cilok’. Yang dua lagi saya belum tahu judulnya. Kalau ijin sebenarnya tidak masalah tapi inikan tidak ijin walaupun Itu dilakukan oleh salah satu mantan personil saya”, tambah Banteng.

Banteng juga menceritakan dirinya juga terkejut saat mengetahui lagunya dipergunakan tanpa ijin.

“Saya kaget saat saya nonton tv kok ada lagu saya. Sempat beberapa kali saya menanyakan ke pihak PH nya atau SCTV nya cuman terbentur masalah biaya yang tidak sedikit untuk Pengacara. Sampai ketemu Pak Firdaus yang mewakili musisi Tangerang. Akhirnya beliaulah yang menfasilitasi. Terungkaplah bahwa yang menjual lagu saya adalah mantan pemain bass saya”, cerita Banteng.


Banteng juga menyatakan bahwa “Lagu cius me apa lu” sudah sejak 2015 dan susah payah diciptakan dan dipromokan baik di medsos, media cetak maupun elektronik.

“Kalau dibawah 30 detik mungkin saya tidak menggepush untuk masalah ini. Tapi dipakai durasi satu menit setengah semuanya lagu saya”, sambungnya lagi.

“Saya berharap melalui kasus ini terbongkar karena banyak teman – teman musisi yang karyanya juga tidak dihargai. Apakah orang – orang penting SCTV itu tahu bahwa membuat lagu itu tidak mudah seperti membalikkan telapak tangan”, tegas Banteng.

Banteng juga memaparkan telah mendapatkan tanggapan terkait somasi yang dikirimnya.

“Aku dapat email dari SCTV saat somasi pertama bahwa yang lagu itu yang membawa mantan basis saya dan Boy Garing temannya. Mantan bassist saya malah mengakui 2 lagu saya untung baru satu yang dipakai”, papar Banteng.


Masih di kesempatan yang sama Banteng juga mengatakan alasannya menolak mediasi.

“Pihak SCTV melempar ke pihak PH (Starvision), pihak PH melempar ke yang membawa lagu berkesan mau lepas tangan. Mereka ada berusaha melakukan mediasi cuman komitmen awal saya dengan Pak Firdaus saya tidak mau mediasi, saya tidak mau teman – teman musisi Indonesia terlihat bodoh. Bahkan lagu saya pun ada di tempat – tempat karaoke”, terang Banteng.

“Mungkin kalau karya musisi di Indonesia dihargai seperti di luar negeri jauh tuh musisi yang pakai narboka karena kebutuhan hidupnya tercapai”, ungkapnya. Ini pelajaran untuk pihak SCTV dan PH kalau ada yang mengajukan lagu dipelajari dahulu. Musisi itu tidak bisa dianggap remeh”, cetus Banteng lagi.

Sementara itu Firdaus sang Pengacara Cowboy menerangkan pasal yang dikenakan kepada SCTV dan Starvision.

“Diduga pelanggaran UU No.28 tahun 2018 tentang hak cipta yang diduga dilakukan oleh PT Surya Citra Televisi dengan PT Kharisma Starvision Plus. Kami menggugat ganti rugi senilai masing – masing 100 Milyar rupiah. Karena hak cipta dari klien kami ini telah digunakan di beberapa FTV prorudksi Starvision tanpa ijin”, terang Firdaus.

“Saya ingin memberi efek jera. Mereka mengajak berbicara kekeluargaan tapi kami menolaknya agar artis dan pencipta lagu Indonesia dilindungi hak – hak nya oleh pemerintah Indonesia. Ini murni hak si penciptanya dan tidak Boleh disewenang – sewenangkan oleh orang lain”, pungkas Firdaus sang Pengacara Cowboy. (Red)

Sumber : tabloidseleberita.com

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *