Ratusan Rumah Warga Gunungkidul Terendam Banjir

Gunungkidul, Perpek Media – Hujan deras terdampak badai ‘Savanah’ yang menerjang 12 Kecamatan, Tepus, Girisubo, Semanu, Wonosari, Paliyan, Playen, Panggang, Purwosari, Patuk, Gedangsari dan Karangmojo Kabupaten Gunungkidul menyebaban ratusan rumah dan fasilitas umum termasuk gedung sekolah, jembatan dan jalan umum porak poranda Minggu (17/03/2019) malam. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul mencatat terdapat 112 titik terdiri objek vital meliputi permukiman, sarana infrastruktur dan fasilitas umum terendam banjir.

Sebanyak 112 rumah tidak bisa dihuni lantaran akibat tergenang air hingga menyebabkan sebanyak 212 orang warga 6 Kecamatan diungsikan. “Tidak menimbulkan korban jiwa dalam peristiwa ini dan proses evakuasi masih terus berlangsung,” kata Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Edy Basuki MSi Senin (18/03/2019).

Hingga hari pertama pasca banjir terdapat puluhan rumah ditinggal penghuninya mengungsi. Sementara di Kecamatan Semanu melanda 3 Desa Semanu, Dadapayu dan Ngeposari yakni di Dusun Sumur, Nogosari dan Tunggaknongko dengan jumlah rumah terendam air sebanyak 13 Kepala Keluarga (KK).

Untuk Kecamatan Paliyan melanda Desa Karangduwet sebanyak 3 KK, Kecamatan Panggang di Desa Giriwungu dan Giriharjo sebanyak 7 KK dan Kecamatan Tanjungsari melanda Desa Kemadang di kawasan Pantai Baron merendam puluhan kios dan fasilitas Dinas Kelautan, 7 KK di Desa Banjarejo, 3 KK di Desa Hargosari. Kerusakan akibat terendam banjir ini belum termasuk SMKN Tanjungsari yang terletak di Desa Kemadang, Tanjungsari.

“Untuk kerusakan banjir yang terkait dengan fasilitas umum dan pusat pelayanan menjadi prioritas untuk diperbaikin agar pelayanan masyarakat tidak terhenti,” imbuhnya.

Sementara banjir di Kecamatan Tepus terjadi di Dusun Ploso, Sumberwungu merendam 3 KK dan Pasar Bintaos, Sidoharjo dan beberapa rumah juga dilaporkan terendam banjir. Kecamatan Girisubo banjir merendam 1 rumah di Dusun Karanglor Desa Jepitu, Kecamatan Playen terjadi di Dusun Gedad, Banyusoca merendam rumah milik 5 KK.

Desa Getas Kecamatan Playen juga dilaporkan satu rumah rusak tertimpa pohon tumbang. Dari 6 Kecamatan terdampak banjir akibat badai Savanah ini Desa Giriasih terecatat paling parah, selain menerjang fasilitas pendidikan SMP dan SD juga merendam sejumlah rumah, di Kecamatan Wonosari luapan Sungai Besole juga menggenangi 6 rumah di Desa Siraman dan Pulutan.

Bahkan ruas jalan antara Siraman-Pulutan dan Wiyoko Kecamatan Playen terputus akibat terendam banjir setinggi hampir 3 meter. “Kerusakan rumah terdampak banjir belum termasuk kendaraan bermotor yang hanyut, pohon tumbang dan longsor yang terjadi di Dusun Ngembes Kecamatan Patuk,” terangnya.

Bupati Gunungkidul Hj Badingah S Sos sudah usai meninjau sejumlah lokasi bencana menyatakan keprihatinannya dan langsung menggelar rapat dengan Organisasi perangkat Daerah (OPD) terkait untuk melakukan penanganan. Saat ini pendataan jumlah korban terdampak badai Savanah masih dilakukan dan dari hasil pendataan tersebut akan digunakan untuk mengambil langkah-langkah.

“Kita akan data dahulu jumlah korban tingkat kerusakan dan nantinya akan kita usulkan ke pemerintah propinsi atau pusat,” tutupnya. (Red/Bmp/Ded)

Sumber : krjogja.com

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *