Transformasi Purworejo, Pintu Gerbang Udara Jateng Selatan

Purworejo, Perpek Media – Pemerintah akan meresmikan Yogyakarta International Airport (YIA) dalam waktu dekat. Kontraktor kebut pembangunan infrastruktur pengganti Bandara Adi Sucipto yang dinilai over kapasitas itu. Keberadaan bandara baru akan memengaruhi daerah sekitarnya.

YIA dibangun di sisi barat Kulonprogo sehingga letaknya lebih dekat dengan Purworejo. Jarak pintu masuk bandara dengan wilayah Kabupaten Purworejo cukup ditempuh dalam waktu lima menit.

“Secara geografis letak Purworejo sangat dekat dengan bandara, maka kami meyakini efek ekonomi keberadaan bandara akan dirasakan masyarakat Purworejo,” kata Bupati Purworejo Agus Bastian SE MM kepada KRJOGJA.com, Senin (08/04/2019).

Selain itu, Purworejo juga dilalui dua akses jalan utama, yakni jalur utama Purworejo – Yogyakarta dan alternatif Jalan Daendels. Rel kereta api jalur ganda juga terbangun dari Kutoarjo – Yogyakarta dan dalam proses antara Kutoarjo – Purwokerto.

Keberadaan akses dan kedekatan dengan bandara menjadikan Purworejo sebagai pintu gerbang udara Jawa Tengah selatan. Volume manusia yang akan melonjak beberapa kalilipat. Masyarakat Jawa Tengah bagian barat, tengah dan utara, akan melewati Purworejo ketika menuju bandara. “Mereka ini peluang besar bagi Purworejo, tentu kami jauh-jauh hari sudah mempersiapkan berbagai sarana dan prasarana untuk menangkap peluang itu,” tuturnya.

Menjadi ‘terasnya’ Jawa Tengah, Purworejo terus berbenah. Pemerintah kabupaten (pemkab) membuat terobosan kebijakan misalnya mengkaji kembali aturan tata ruang yang selama ini berlaku. Bupati berprinsip, tata ruang harus mengakomodasi bandara.

“Jangan sampai wilayah kita tidak berkembang, jangan juga investasi gagal masuk karena terkendala aturan tata ruang. Kajian itu tetap kami sesuaikan dengan kondisi lingkungan,” ungkapnya.

Pemkab juga membangun beberapa infrastruktur pendukung. Sarana kesehatan dilengkapi dengan Rumah Sakit Tipe C Purworejo. Akses jalan kabupaten diperbaiki, bahkan untuk estetika, pemkab mempercantik sejumlah taman.

Simpang Pendowo dan Simpang Bagelen disulap menjadi taman instagenik dan tidak lagi kumuh. Sebelumnya, Alun-alun Purworejo juga mendapat sentuhan dan menjelma menjadi destinasi wisata baru di pusat kota.

Tidak sebatas kebijakan dan fisik, pemkab juga membangun kapasitas masyarakat. Mereka diedukasi agar siap menangkap peluang YIA. Masyarakat diberi pemahaman tentang potensi yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.

“UMKM, pariwisata, budaya dan pendidikan dapat porsi pembinaan. Saya ingin masyarakat hidup sejahtera,” tegasnya.

Agus Bastian juga membangun jejaring sebagai jalan transfer teknologi atau demi mendatangkan investasi. Tidak tanggung-tanggung, Pemkab mulai menjalin kerjasama dengan investor serta pemerintah Swedia, Hongaria, Kroasia dan Australia. Bupati menawarkan berbagai potensi unggulan dan mendapat sambutan yang baik dari perwakilan mancanegara itu.

Bandara YIA memang magnet yang mampu menggairahkan perekonomian kawasan. Agung memperkirakan tren multiplier efek bandara secara konsisten terus meningkat. “Maka kami bergerak cepat, secara konsisten bertransformasi menyambut bandara,” tandasnya. [krjogja]

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *