Media Sosial Ganggu Kesehatan Mental Jika Tidak Dikontrol

Jakarta, Perpek Media – Asosiasi Penyelenggara Jaringan Internet Indonesia (APJII) pada tahun 2018 dimana dari total 256,2 juta orang Indonesia sekitar 143,26 juta orang Indonesia adalah pengguna internet, dengan mayoritas dari pengguna media sosial adalah perempuan.

Namun, penggunaan media sosial selalu memiliki dampak dua sisi, yakni positif dan negatif. Penggunaan yang berlebihan ternyata dapat memengaruhi produktivitas dan kesehatan mental terutama perempuan muda Indonesia yang menjadi mayoritas pengguna media sosial.

Hal itu dibenarkan Psikolog Anak dan Remaja Vera Itabiliana yang mengungkapkan media sosial bisa menjadi platform yang baik jika digunakan secara tepat dan tidak berlebihan.

Di era digital ini ada beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari media sosial, seperti menampilkan identitas, ekspresi diri, membangun komunitas, dan mendapat dukungan emosional.

Selain itu juga meningkatkan komunikasi, memfasilitasi interaksi sosial, mengembangkan technical skill, dapat berbagi hasil karya seni dan tulisan secara online baik digital literacy atau blog.

“Nah tapi banyak juga pengaruh negatifnya seperti gangguan pola tidur, makan, aktivitas lain. Produktivitas menurun, relasi sosial secara nyata terganggu. Belum lagi pembandingan sosial berlebihan, kesehatan mental terganggu, tertekan, dan self esteem menurun,” ucap Vera dalam peluncuran program Youth Women Empowerment tahunan Marina di Jakarta, Selasa (30/1).

Belum lagi, lanjut Vera ketika penggunaan media sosial menganggu jam istirahat, jam makan atau jam aktivitas biasanya, bisa dikatakan hal itu sudah berlebihan dan akan memengaruhi produktivitas.

“Misalnya, ketika jam tidur terganggu badan kurang istirahat hingga keesokan harinya beraktivitas kurang optimal karena kelelahan. Atau ketika di saat jam kerja membuka media sosial terlalu sering, fokus jadi terganggu,” ucapnya.

Vera menyarankan ada batasan dan kontrol kapan boleh main social media, Sementara untuk remaja mesti ada inner support yang siap mengingatkan. “Misalnya saya sudah menerapkan kalau bangun tidur pagi tidak pegang handphone,” ucapnya. []

*Sumber : jurnas.com

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *