Warga Angke Keluhkan Air PDAM Tidak Mengalir, Pembayaran Iuran Lancar

Jakarta, Perpek Media – Selama dua minggu pasca lebaran idul fitri 1443 H, Warga RW. 04 Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, mengeluhkan sulitnya mendapatkan air dari PDAM.

“Sudah dua minggu ini kami kesulitan mendapatkan air dari PDAM, kalaupun disedot pakai mesin, air tidak  mengalir. Sementara pembayaran iuran selalu lancar,” ujar Chulasoh warga sekitar, Senin (16/5/2022).

Dia menambahkan kesulitan mendapatkan air membuat warga tidak memiliki air untuk mandi, minum, memasak, dan keperluan lainnya. “Kami enggak ada air buat makan, buat mandi, kami juga tidak dapat berjualan, kondisi ini membuat kami jadi kesusahan,” katanya.

Senada diungkapkan warga lainnya di RT. 012 RW. 04 Kelurahan Angke Kecamatan Tambora, Yus yang juga mengungkapkan, bahwa yang terjadi di wilayahnya terbilang cukup aneh karena pelayanan Palyja sebagai salah satu pemegang konsesi pengelola air bersih tiga bulan terakhir tidak mencerminkan etika baik, karena tidak menanggapi warga yang sudah laporan, baik secara pribadi atau melalui Call Center.

“Ini sudah terjadi tiga bulan terakhir, air mengalir seperti air kencing, kadang ngalir sebentar, namun pasca lebaran sama sekali tidak mengalir, sebenarnya aneh juga karena aliran air PDAM diwilayah lain mengalir,” ujarnya.

Dia menyatakan kondisi yang dialami warga RT. 011dan RT. 012 RW.04 tersebut sudah berlangsung selama tiga bulan terakhir sebelum bulan puasa, Padahal, katanya di daerah lain aliran air PDAM lancar.

“Kesulitan warga RW.04 untuk mendapatkan air PDAM sudah berlangsung lama, kami berharap pejabat berwenang khususnya PT.PALYJA yang merupakan salah satu pemegang konsesi pengolahan air bersih, selain dikeluhkan warga, Palyja segera menindaklanjuti keluhan kami,” ujarnya. 

Yus menjelaskan, sudah mencoba menghubungi Call Center untuk menanyakan kendala tidak mengalirnya air di wilayah kelurahan Angke khususnya di wilayah Gg siaga 2 Rt.011,12 dan 13/04 Kelurahan Angke, dan menurut data yang di dapat, di wilayah tersebut tidak ada ganguan, tetapi kenyataannya selalu ada ganguan dan air tidak mengalir. (Red)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.