Acara Santri Creativity Party 2018

Semarang, Perpek Media – Pondok Pesantren Wakaf Akses Literasi Islam Indonesia (WALI) mengadakan “Santri Creativity Party 2018” dalam rangkaian Haflah Akhir Sanah (Perayaan Akhir Tahun) hari Senin (7/5/2018) malam.

Acara yang menampilkan kreasi seni dari para santri ini dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah, H. Ganjar Pranowo, SH, M.IP, Anggota DPR RI sekaligus Ketua DPP PPP, Ir. H. Romahurmuziy, M.T, dan ulama-ulama lainnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Wali, KH. Anis Maftuhin, Lc. menyampaikan bahwa Santri-santri Pesantren Wali dididik dengan keikhlasan, di benak mereka ngaji itu penting, bukan yang penting ngaji. “Meski masih berumur 8 bulan, pesantren ini mampu menampilkan kreasi seni yang tak kalah kreatif dari pesantren lainnya. Kami harapkan, dalam 10 tahun ke depan akan lahir kader-kader muslim militan dan nasionalis dari Pesantren Wali ini.” ucap beliau ketika memberikan sambutan.

Acara ini menampilkan 17 penampilan dari 150 santri Pesantren Wali, diantaranya hadrah, hafalan kosa kata bahasa Arab, metode tamyiz, fashion Show, akustik, dan penampilan-penampilan lainnya.

Gubernur Jawa Tengah, H. Ganjar Pranowo, menyebutkan bahwa Pondok Pesantren Wali ini telah menerapkan metode yang luar biasa, di dalam pondok ini ada kesadaran bahwa jalan untuk membangun kesejahteraan masyarakat yang paling utama adalah pendidikan, “Pesantren Wali ini mengajarkan santrinya dengan cara yang kekinian dan metode yang luar biasa. Meski umurnya belum genap setahun, namun pantas dipercaya oleh masyarakat.” ujarnya saat menyampaikan sambutan.

Selanjutnya giliran Ketua DPP PPP yang juga anggota DPR RI, Ir. H. Romahurmuziy, M.T, yang memberikan sambutan. Beliau mengatakan bahwa dalam mengadakan Haflah Akhir Sanah, yang terpenting adalah bagaimana nilai-nilai yang diterapkan di pesantren tetap terjaga sesuai keinginan awal pendirinya. “Pondok ini mempunyai metode yang sangat menarik, saya harap ke depannya pesantren ini dapat menghasilkan santri-santri yang mampu mengembalikan kejayaan peradaban Islam, tidak hanya di Indonesia tapi dunia.” ucap pria yang biasa disapa Romi itu.

Pondok Pesantren Wali yang bertempat di Desa Sambirejo, Tuntang, Kabupaten Semarang ini baru diresmikan 8 bulan yang lalu. Dengan mengusung konsep Wakaf Akses Literasi Islam, pesantren ini menyajikan metode-metode yang efektif agar para santrinya menguasai kitab-kitab klasik dengan baik dan cepat. “Melihat bahwa literasi Islam yang sangat banyak namun belum semuanya terakses dengan baik. Kita semua berharap pesantren ini dapat mengambil peran untuk kemudahan akses literasi Islam di Indonesia.” ucap pengasuh Pondok Pesantren Wali, KH. Anis Maftuhin, Lc. ketika memberikan sambutan.(KS/ZN)

 

Sumber : Pandji Indonesia

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *