Cara Tersendiri SMP Muhammadiyah Kota Barat Solo Untuk Tumbuhkan Karakter

Jakarta, Perpek Media : SMP Muhammadiyah Program Khusus Kota Barat Solo punya cara tersendiri untuk menumbuhkan karakter kearifan lokal pada siswa. Yakni, melalui program Home Stay.

Sebanyak 87 siswa SMP Muhammadiyah PK Kota Barat bakal tinggal bersama warga yang menjadi orang tua asuh di Desa Segaran Kecamatan Delanggu, Klaten.

Terdapat sekitar 30 warga yang menjadi orang tua asuh para siswa selama berlangsungnya program tersebut.

Siswa yang telah dibagi dalam kelompok mengikuti semua kegiatan bersama masing-masing orang tua asuh mulai bertani ke sawah, membantu memasak dan kegiatan lainnya.

Sebab itu, siswa pun terlebih dulu harus mengetahui profesi tiap masing-masing orang tua asuh.

Dalam program tersebut siswa diajarkan tentang cara menanam padi hingga pelatihan industri dengan mengunjungi industri pembuatan gagang pisau dan aneka suvenir.

Tak hanya itu, siswa membuat kegiatan keagamaan bersama warga seperti perlombaan bersama siswa taman pendidikan Alquran (TPA) setempat. Selain itu siswa pun diajak untuk melakukan bakti sosial.

Ketua pelaksana kegiatan, Rizka Dian Permatasari, menjelaskan tujuan diadakan kegiatan tersebut untuk mengasah karakter kemandirian dan kemampuan bersosialisasi para siswa.

Selain itu juga untuk meningkatkan rasa syukur atas nikmat Allah SWT. “Karena apa yang ditemui di orang tua asuh tersebut jauh seperti apa yang anak-anak miliki di rumah sehingga membuat mereka itu bisa lebih bersyukur,” katanya seperti rilis yang diterima Republika.co.id pada Kamis (31/1).

Staf Bagian Kehumasan SMP Muhamamdiyah PK Solo, Aryanto, berharap kegiatan tersebut bisa dimaksimalkan oleh para siswa agar mereka bisa mengambil manfaat. Kegiatan tersebut rencananya berlangsung selama tiga hari pada awal Februari mendatang.

Home stay SMP Muhammadiyah PK Kota Barat telah berlangsung kedelapan kalinya. Program ini dilakukan sekolah setiap tahun. Sebelumnya kegiatan berlangsung di Wonogiri, Sragen, Sukoharjo, dan Boyolali.

“Ini akan menjadi pengalaman tak terlupakan oleh anak-anak. Apalagi selama 3 hari mereka akan hidup di desa dan bergaul besama keluarga yang baru,” tuturnya.

Sumber : republika.co.id

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *