Segudang Prestasi Dan Perjalanan Lovie “Penari Cilik” Di Dunia Tari Tradisional

Perpek Media – Indonesia kaya akan ragam seni budaya, dalam perkembangan zaman modern ini tidak banyak anak bangsa sebagai generasi penerus mau mempelajarinya, bahkan tarian modern terlihat lebih banyak digemari daripada tarian tradisional oleh anak masa kini. Hal tersebut menjadi tanggung jawab kita bersama untuk lebih giat lagi melestarikan dan memperkenalkan seni budaya Indonesia, dengan harapan tidak hilang ditelan zaman dan keasliannya tetap terjaga.

Nama : Lovie Keysa Supandi
Tempat, Tanggal Lahir : Indramayu, 23 April 2008
Sekolah : SDK BPK Penabur Jati Barang
Nama Ayah : Supandi (asal Indramayu)
Nama Ibu : Nurhaety (asal dari Majalengka)

Perubahan zaman diera masa kini, sepertinya tidak menjadi pengaruh bagi  Lovie Keysa Supandi anak pertama dari Ibu Nurhaety, yang memiliki segudang prestasi yang membanggakan, dengan semangat belajarnya ia terus memperdalam tarian tradisional dari beberapa sanggar, bahkan ia juga rutin mengikuti lomba untuk mengasah kemampuannya. Lovie  yang berusia 10 Tahun dan masih duduk dikelas 5 SD, ternyata ia sudah mendapatkan sebanyak 79  tropi, selain itu ia juga sering diundang untuk mengisi berbagai acara diluar kota maupun dalam kota.

Penari cilik kelahiran Indramayu pada 23 April 2008 ini, dari umur 3 tahun sudah mempelajari tari topeng, ia ikut belajar di sanggar Mulya Bakti (Tambi) selama 2 tahun, kemudian ia mencoba memberanikan diri  untuk mengikuti lomba dan perform di panggung, setelah itu ia mengetahui  bahwa tari topeng banyak versinya.  Dengan memiliki semangat belajar, Lovie melanjutkan lagi belajar ke sanggar Mimirasinah (Pekandangan-IM) selama kurang lebih setahun, waktu itu Lovie kelas 3 SD, disitu ia belajar tari topeng dengan versi Mimirasinah.  Pada akhirnya, Lovie kembali memberanikan diri untuk mengikuti  lomba di luar indramayu, waktu itu ada lomba tari topeng di Goa Sunyaragi  Cirebon.

“Alhamdulillah… Lovie mendapatkan Juara 2, pengalaman yang paling berkesan dan bisa membangkitkan motivasi Lovie”.  Ungkap Nurhaety

Tidak sampai disitu, perjalanannya terus berlanjut sampai ia mengikuti perlombaan tari topeng dimanapun berada.  Setelah sekian lamanya ia mengikuti perlombaan tari topeng , terbesit punya kemauan untuk belajar tari topeng versi selangit Cirebon dan Lovie memutuskan mewujudkan keinginannya untuk belajar tari topeng versi selangit Cirebon di Keraton Kesepuhan Cirebon asuhan Bang Tomy di sanggar Sekar Pandan, kurang lebih sekitar 3 bulan. Lovie terus belajar dan disamping itu ia tidak pernah berhenti untuk ikut perform dan perlombaan tari topeng.

Alhamdulilah prestasi demi prestasi yang terbaik ia dapatkan.  Lovie sudah menguasai 2 versi tari topeng yaitu “versi Indramayu dan Cirebon”.  Lanjut Nurhaety

Seiring berjalannya waktu, sampai saatnya bertemulah Lovie dengan om Darto dari Sanggar Sekar Laras (Bongas Majalengka), Lovie sering di ajak perform bareng sama om darto baik dalam kota atau maupun luar kota, Disitu lovie bertemu lagi sama maestro topeng  Mbah Karta, kemudian Lovie belajar tari topeng palimanan sama Mbah Karta.  Lovie terus belajar semua versi tari topeng, termasuk tari topeng Losari asuhan Ibu Nani Sawitri.

“Lovie tidak berhenti ditari topeng saja, bahkan dia menginginkan untuk bisa menarikan semua jenis tari termasuk jaipong”.  Ungkap Nurhaety

Lovie belajar jaipong dan tari kreasi di sanggar “Ema Management ” Indramayu, asuhan Mas Hendra Febriyanto. Alhamdullilah sampai sekarang prestasi lovie terus bertambah, job undangan perform di dalam kota dan di luar kota terus mengalir. Tutupnya. (Jie)

Video Perform Lovie Keysa Supandi Di Sumberjaya Majalengka

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *