Meli : Dampak Pornografi Menurut Pandangan Islam Dan Medis

Perpek Media – Seiring dengan perkembangan zaman diikuti dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat memberikan efek yang sangat besar terhadap proses pertukaran informasi dan sekaligus mempermudah Manusia untuk menjalani kehidupan. Salah satu produk dari hasil perkembangan teknologi adalah internet.

Dengan internet kita dapat mengakses informasi dan bisa menyebarkan informasi secara cepat ke seluruh penjuru dunia. Tetapi faktanya pengguna internet tidak mengindahkan penggunaan informasi yang terprogram di situs internet secara positif. Banyak pengguna internet meningkatkan pencarian informasi yang negatif yaitu dengan melihat gambar dan video yang tidak senonoh berupa adegan seks bebas dan hubungan intim dengan memanfaatkan situs internet. Fornografi adalah tulisan atau gambar yang dapat membangkitkan hawa nafsu seksual ketika orang melihat atau membacanya. Pornografi menjadi situs yang paling dicari di Internet.

Dengan ini Pornografi menjadi sorotan utama yang harus diperhatikan dan menjadi masalah yang sangat penting dalam penyelesaianya. Dalam pandangan Islam, pembicaraan tentang pornografi atau batasan pornografi sangat berkaitan dengan pembicaraan aurat dan pakaian. Yang disebut aurat dalam Islam adalah bagian tubuh manusia yang tidak boleh diperlihatkan atau harus ditutup karena dapat menimbulkan rasa malu, dan membangkitkan hawa nafsu seks bebas seseorang yang melihatnya. Sedangkan Ayat Al-Quran yang menjelaskan tentang pakaian yang ,maknanya terkait dengan pornografi yaitu Qs. Al-Ahzab/33:59. Dalam ayat tersebut terdapat ungkapan: “Hai Nabi, katakanlah pada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan wanita-wanita yang mengaku (termasuk) orang mukmin agar mereka mengulurkan jilbabnya pada diri mereka.

Hal itu menjadikan mereka lebih mudah dikenal, sehingga mereka tidak mudah diganggu. Dan Allah Maha Pengampun dan lagi Maha Penyayang”. Kata jilbab yang terurai dalam ayat tersebut oleh Shabuni diartikan sebagai pakaian yang dipakai wanita yang dapat menutup tubuh dan kepalanya. Di Era Milenial ini semuanya sudah tercampur aduk dengan budaya Barat , baik budaya, gaya hidup, agama dan sebagainya. Pengaruh teknologi di jaman milenial yang canggih ini sangat mempengaruhi budaya Islam.

Hal ini dapat dilihat dengan beredarnya gambar-gambar yang tak senonoh di situs internet yang tidak sesuai dengan syari’at Islam yang kini marak dilihat oleh orang banyak. Sriwahyuni (Kemenko PMK RI) mengugkapkan bahwa pada tahun 2010 terdapat 4,2 juta lebih situs porno. 28 ribu orang/hari melihat situs porno yang setengahnya diantaranya pornografi anak. Kasus pornografi semakain bertambah menurut data Komisi Perlindungan Anak (KPAI) terdapat 54 persen laporan yang masuk pada tahun 2017. Pada tahun 2018 kekerasan seksual mencapai 20 ribu lebih.

Pandangan Islam mengenai semakin maraknya orang yang melihat gambar atau film porno yang tersebar di situs internet maupun majalah di kalangan masyarakat sama halnya dengan banyak orang yang melakukan zina mata dengan banyak melihat pornografi yang bisa menjerumuskannya pada zina yang lebih parah lagi, dan bahkan ini akan berdampak tidak akan diterimanya shalat seseorang selama 40 hari karena perbuatan zina mata tersebut.

Hal ini sesuai dengan keterangan KH. Ovied.R Wakil Ketua Dewan Fatwa Al Washliyah orang yang meremehkan perihal syahwat sex maka Allah tidak menerima Shalat dan do’anya selama 40 hari lamanya. Sama halnya kitab Ruh As-Sunnah wa Ruh An-Nufus Almuth-mainnah Sanad Saidi Ahmad bin Idris r.a Alhasani Almagribi. Yang berbunyi: Rasulullah Saw bersabda:”Barang siapa melihat ‘aurat saudaranya (melihat gambar/film porno dll) dengan sengaja, tidak diterima Allah SWT shalatnya selama 40 hari, dan tidak diterima do’anya selama 40 subuh (hari)”.

Sangat menakutkan bukan? Gara-gara kesalahan melihat fornografi atau melihat gambar yang tak senonoh Allah melaknat kita dengan menghapuskan segala amal ibadah kita tanpa kita sadari. Dan harus diketahui juga, jika kita sudah berulang kali bermaksiat yaitu melihat pornografi dan mengetahui hal tersebut sesuatu hal yang dilarang oleh Allah, maka Allah tidak segan-segan memberikan azabnya yang sangat pedih baik di dunia maupun di akhirat. Selain mendapatkan laknat dan azab Allah SWT, dampak melihat fornografi juga sangat memberikan pengaruh negatif terhadap diri sendiri.

Menurut medis Sering melihat tayangan pornografi dapat membuat otak menyusut. Sebuah tempat di otak yang bernama striatum, yang terhubung dengan respon motivasi dan penghargaan, akan semakin kecil ukurannya setiap kali menonton pornografi. Artinya semakin sering seseorang menonton pornografi maka akan semakin buruk otak menerima rangsang yang diterimanya baik kreatifitas maupun motivasi. Jika kita bayangkan seseorang yang tidak memiliki motivasi hidup, maka dia sama saja berada pada ambang kematian atau seperti mayat hidup yang tidak memiliki keinginan apapun dan tidak bisa berbuat apa-apa.

Ratih Zulhaqqi, M.Psi “ Pengaruh yang biasanya muncul dari konsumsi konten pornografi adalah kecanduan, karena efek dari konten pornografi tersebut memiliki residu yang akan tertinggal di otak (memori) meskipun kita tidak sedang menontonnya sehingga membuat pikiran kita selalu terbayang akan adegan yang ada di film dan ingin mengulangi terus untuk menontonnya”. Ujarnya

Jika kita sudah kecanduan dengan pornografi, maka akan timbulnya keinginan untuk memenuhi hasrat untuk berbuat seksual dan akhirnya akan melakukan tindakan yang tidak bisa kita pertanggungjawabkan serta tidak sesuai dengan norma yang ada.

Untuk itu supaya kita terhindar dari pengaruh fornografi maka sibukan diri kita dengan hal-hal yang positif, misalnya menekuni hobi tertentu seperti jalan-jalan, olahraga dan lain-lain. Sehingga dengan menyibukan diri seperti ini, akan mengalihkan pikiran dari hal-hal yang berbau negatif. Islam juga mengajarkan bila kita belum mampu menikah, maka berpuasalah. Karena dengan berpuasa akan dapat membentengi kita dari nafsu syahwat. Alangkah indah dan baiknya jika kita menjauhkan diri dari hal yang dapat merugikan diri kita sendiri dan selalu melakukan aktivitas yang positif untuk kebaikan diri kita sendiri.[]

*Mahasiswa UIN SMH Banten, Jurusan Pendidikan Agama Islam

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *