Kreatif Dan Inovatif, SMK Dewi Sartika Persiapkan Wirausahawan

Jakarta, Perpek Media – Sebagai sekolah pencetak calon pengusaha tangguh, kreatif dan inovatif, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tentunya harus melakukan kreasi dan inovasi bagi para murid dalam masa pembelajaran demi memberikan pelatihan agar siap saat menyelesaikan pendidikan. Hal ini yang dilakukan oleh SMK Dewi Sartika (Desa) Jakarta Timur.

Seperti yang diungkapkan oleh Kepala Sekolah Desa Gilang Gerrialga, Desa memiliki visi BMW. Dengan program yang ada di Kementrian Pendidikan, Desa melakukan inovasi-inovasi salah satunya menyelenggarakan bazar untuk memberikan pembelajaran berwirausaha bagi para siswa.

“Program Sekolah Pecetak Wirausaha (SPW) dimana program ini merupakan program dari Kementerian Pendidikan, Desa melakukan upaya inovasi untuk pengembangan karakter siswa. Saya berharap bahwa visi Desa yakni BMW dapat tercapai. Kepanjangan dari BMW adalah untuk B bagaimana anak bisa bekerja. M kepanjangan Melanjutkan, artinya bagaimana anak bisa kuliah dan terakhir W, bisa berwirausaha. Harapannya dengan visi ini, para siswa bisa menjadi juragan dan wirausaha yang sukses,” harapnya, saat bazar sekolah di lingkungan Sekolah Desa, beberapa waktu lalu.

Presiden Joko Widodo, pernah mengatakan, lanjut Gilang, pengangguran di Indonesia didominasi oleh lulusan SMK. Melalui kegiatan-kegiatan berwirausaha, tentu ini memberikan kemampuan kepada siswa untuk mengenal dan memahami dunia usaha.

“Dengan UMKM Desa sangat bersinergi. Tidak ada perbedaan dengan para UMKM, namun Desa memiliki agenda setiap satu bulan membuat bazar yang diperuntukkan bagi para murid,” katanya.

Sementara itu, Kepala Program MM SMK Desa Lius Kartika Candra, mengatakan SPW yang merupakan program pemerintah, Desa menjadi salah satu sekolah yang masuk dalam program tersebut.

“Dalam gebrakan baru program ini, kami mengeluarkan alat pembayaran khusus berupa koin untuk pameran bazar. Para pembeli yang ingin melakukan transaksi di bazar kami, cukup menukarkan uang nasional dengan koin kami,” ungkapnya.

Kepsek Desa menambahkan, dalam kegiatan bazar Desa mengeluarkan mata uang khusus untuk sistem pembayaran, menjadi hal menarik karena berasal dari limbah tutup botol yang bisa memiliki nilai.

“Siapapun yang ingin melakukan transaksi harus menggunakan koin khusus. Koin ini ada tiga pecahan, Rp1000,- Rp2000,- dan Rp5000,- ini sebagai pecahan nominal dari harga-harga yang ada. Koin ini juga memberikan pembelajaran kejujuran, dimana dalam setiap transaksi biasanya banyak yang tidak ingin ribet,” tambahnya.

Terkait agenda tahunan Candra menerangkan, program bazar akan digelar dengan agenda satu bulan dua kali. Desa mencoba melakukan pameran di luar lingkungan sekolah yang selama ini Desa hanya melakukan pameran berasal dari undangan-undangan pihak sekolah lain.

“Kita coba melakukan kegiatan di luar sekolah, yang selanjutnya mencoba di area umum. Jadi masyarakat bisa melihat eksistensi SMK,” imbuhnya.

Untuk produk yang dijual berasal dari murid dan guru. Selain itu orang tua juga diundang untuk datang ke sekolah, dan juga melibatkan masyarakat sekitar. Untuk para siswa yang ikut dalam kegiatan kewirausahaan tersebut, akan mendapatkan nilai khusus dalam salah satu pelajaran.

Kegiatan SPW SMK Desa dibuka secara langsung oleh Pengawas SMK Dinas Pendidikan Drs. H. Ismail, dengan pengguntingan pita, yang didampingi oleh Kepala Sekolah Desa dan guru. (Irawan/red)

*Sumber : akuratnews.com

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *