Nasib Karyawan Yang Harus Tetap Kerja Di Tengah Kecemasan Covid-19

Jakarta, Perpek Media – Setelah gubernur DKI Jakarta, Anis Baswedan mengatakan Jakarta darurat COVID-19, timbul banyak kegelisahan serta kekhawatiran dikalangan masyarakat. Terlebih pertanggal 20 Maret 2020, data korban COVID-19 mencapai 369 jiwa dengan 32 meninggal dan 17 jiwa yang berhasil sembuh.

Pemerintah DKI pun mulai menghimbau masyarakat untuk tetap di rumah serta menjauhi tempat-tempat ramai demi mencegah penyebaran virus COVID-19 yang semakin meluas.

Lalu bagaimana dengan orang-orang yang harus tetap bekerja di tengah kecemasan di tengah Covid-19 ini.

Salah satu karyawan swasta Farish mengatakan “Ya mau gimana lagi, saya dan teman-teman masih semangat bekerja, karena perusahaan belum menerapkan work home, biarin ajalah kalo saya kan emang kerjanya di jalan ngirim barang bukan di rumah jadi ga ada istilah work home,” ungkapnya

“Saya yakin dengan kejadian seperti ini bukan cuma bos saya saja yang rugi, semua pedagang kecil dan pedagang kaki lima pun pasti kena imbasnya, saya ikut keputusan kantor saya aja mau gmana, karena saya lebih takut keluarga ga makan dari pada virus corona,” tutupnya.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *