Antisipasi Demam Berdarah, Warga RW. 02 Wijaya Kusuma Jakbar Mengadakan Foging

Jakarta, Perpek Media – Penyemprotan Foging, yang diadakan dari Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat) Kecamatan Grogol Petamburan yang di laksanakan pada hari ini Rabu, 15 April 2020 di Rw. 02 Kelurahan Wijaya Kusuma ini bertujuan untuk mengantisipasi maraknya DBD (Demam Berdarah) yang sudah mulai muncul di beberapa wilayah DKI Jakarta.

Warga wilayah RW. 02 sangat senang dan antusias sekali untuk membuka Pintu rumahnya lebar-lebar, ketika datangnya petugas dari Puskesmas Kecamatan Grogol Petamburan.

Mereka mempersilahkan petugas untuk menyemprotkan Foging semua rumah warga dan gorong-gorong di sepanjang Jalan Sosial Daan Mogot Jakarta Barat.

“Kami dan kampung ini ingin sehat dan bebas dari yang namanya virus corona, apa lagi DBD yang mulai meresahkan kami”, ucap seorang Warga ketika diwawancarai oleh Tim Perpek Media di Jakarta, (15/04/20).

Kegiatan ini diminta oleh beberapa RT yang berada di wilayah RW. 02 ke pihak Kelurahan Wijaya Kusuma, dan beberapa ketua RT diantaranya mulai dari RT. 004, RT. 006 dan RT. 008.

“Rencana penyemprotan Foging akan di lakukan seminggu sekali di wilayah kami, mengingat sudah ada warga yang terserang DBD, jadi kita terus antisipasi atas penyakit DBD dan pandemik covid 19 yang dapat membahayakan Warga kami”, tegas Bpk. Soepomo selaku Ketua RW. 02 Kelurahan Wijaya Kusuma

Petugas dari Puskesmas Grogol Petamburan, akan terus berusaha semaksimal mungkin untuk menyemprotkan Foging ke wilayah Jakarta Barat lainnya.

“Jangan sungkan bilamana ada wilayah Jakarta Barat khususnya Grogol Petamburan yang ingin disemprot Foging silahkan hubungi Kami Puskesmas Grogol Petamburan, Kami siap datang dan tidak akan di pungut biaya, karena kami melayani Untuk Masyarakat di wilayah kami Khususnya Kecamatan Grogol Petamburan”, ujar petugas Puskesmas.

Pak RW. 02 dan Para RT Di 4 Wilayahnya ini mengucapkan terimah kasih sebanyak-banyaknya Kepada Puskesmas Kecamatan Grogol Petamburan untuk respon cepatnya menanggapi aduan masyarakat, agar tidak ada lagi korban yang terkena sakit demam berdarah.

(Agus Tiyano)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *