Alasan Donatur Beri Nama ‘Nasi Anjing’ Yang Bikin Geger

Jakarta, Perpek Media – Biantoro Setijo, pemilik sekaligus pendiri Yayasan Qahal menjelaskan alasannya menamakan “Nasi Anjing” untuk makanan yang dibagikan kepada warga Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Diketahui, sebelummya viral di aplikasi pesan sebuah video ibu-ibu memperlihatkan nasi bungkus kertas cokelat berlogo kepala anjing.

Di atas bungkus kertas cokelat itu tertulis, ‘Nasi Anjing’ Nasi Orang Kecil, Bersahabat dengan Nasi Kucing #Jakartatahanbanting.

Biantoro menjelaskan pemberian nama “Nasi Anjing” itu mengacu pada makanan “Nasi Kucing” terkait porsi dalam makanan tersebut.

“Kami anggap nasi kucing kan udah terkenal, nasi kucing kan porsinya sedikit makanya kami jelaskan untuk nasi anjing karena sedikit lebih banyak dari nasi kucing, tapi tidak bisa membuat kenyang hanya membuat bertahan hidup,” kata Biantoro usai menggelar pertemuan dengan perwakilan warga Warakas di Mapolres Metro Jakarta Utara.

Selain itu, Biantoro bermaksud memberikan nama “Nasi Anjing” sebagai bentuk ajakan kepada masyarakat untuk sama-sama berjuang selama pandemi Covid-19,
“Motto kami adalah Jakarta harus tahan banting, enggak boleh kalah sama virus corona,” kata Biantoro.

Lebih lanjut ia memastikan bahwa “Nasi Anjing” buatannya menggunakan bahan-bahan yang halal.

Adapun isi dari porsi tersebut yakni nasi, telur, tempe oreg dan cumi.

Kendati demikian, akibat aksinya menamakan “Nasi Anjing” menjadi ‘kontroversi’, Biantoro pun meminta maaf.

Beruntung pertemuannya dengan perwakilan warga Warakas pun berjalan mulus dimana mereka meminta maaf atas kesalahpahaman ini.

“Makanya salah satu keteledoran kami itu pertama ada beberapa anggota kami ketika membagikan tidak menjelaskan. Ya ini kesalahan kami, kekeliruan kami,” kata Biantoro.

Meskipun begitu Penamaan Nasi Anjing masih Banyak Masyarakat yang tidak setuju, walaupun Isinya mau ikan teri atau apalah. harapan Masyarakat Penamaan Nasi Anjing diganti dengan nama yang pantas dan dimengerti semua orang. Biar tidak timbul komentar-omentar miring.

(Dede)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *