Ormas Bang Japar: Kami Akan Kawal ‘Perda’ Ondel-Ondel Sebagai Ikon Budaya Betawi

Jakarta, Perpek Media – Ondel-ondel bukan lagi barang asing bagi penduduk Jakarta, terutama masyarakat Betawi. Ondel-ondel sudah menjadi bagian dari budaya Betawi, bahkan ikon bagi Jakarta. Salah Satu Ormas kebetawian, yaitu Ormas Bang Japar (Kebangkitan Jawara & Pengacara) akan mengawal tentang terbitnya surat edaran Dari Dinas Kebudayaan pada tanggal 11 Maret2020, tentang penegakkan peraturan daerah nomor 4 tahun 2015 tentang pelestarian budaya betawi.

Berdasarkan surat edaran tersebut point pertama (1) berdasarkan pasal 4 Peraturan Daerah nomor 4 tahun 2015 tentang Pelestarian Kebudayaan Betawi, Pemerintah Daerah bertugas untuk menumbuh kembangkan partisipasi dan kreatifitas masyarakat, dan point keduanya (2) Pemerintah Daerah bersama masyarakat wajib melestarikan  nilai tradisi Betawi dan Adat Istiadat yang berkembang dalam kehidupan masyarakat Betawi.

Berkenan dalam hal yang dimaksud agar masyarakat bersama-sama melakukan pengawasan penegakkan Peraturan Daerah nomor 4 tahun 2020 terutama atas penggunaan, penempatan dan pemanfaatan ikon Budaya Betawie melalui aktifitas atau kegiatan yang cenderung dapat menimbulkan persepsi yang keliru, salah satunya seperti maraknya penggunaan ondel-ondel sebagai ikon budaya Betawi ini, digunakan untuk mengamen oleh para oknum.

Sesuai surat edaran tersebut mewajibkan para pengelola dan penyelenggara tempat hiburan, hotel, restoran dan biro perjalanan untuk menyediakan dan memberikan cinderamata kepada pengunjung sesuai (pasal 34 ayat 1).

Mengingat setiap orang atau badan hukum yang melanggar ketentuan tersebut sesuai surat edaran diatas akan dikenakan sanksi sebagaimana dinyatakan dalam pasal 48, dan  juga berharap semua masyarakat berkenan untuk bersama-sama menjalankan Peraturan Daerah nomor 4 tahun 2015 tentang Pelestarian Kebudayaan Betawie.

“Ondel-ondel yang sudah menjadi Icon Jakarta ini, harap dijaga jangan dicemari dengan hal yang kurang baik dan kita semua wajib untuk melestarikan sesuai pergub yang ada”, tegas Musa Marabessy. SH sebagai pemerhati kebudayaan saat ditemui oleh tim Perpek Media di Jakarta, Selasa (05/05/2020)

(Agus Tiyano)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *