Silat Cingkrik Serbaguna Kebon Jeruk: Kami Berharap Semoga Musibah Ini Cepat Berlalu, Agar Kami Bisa Lestarikan Seni Silat Betawi Kembali

Jakarta, Perpek Media – Perkumpulan silat Betawi yang berada di daerah Kebon Jeruk Jakarta Barat ini, biasa disebut PPSCS/Cingkrik serbaguna yang dipimpin oleh sang maestro seorang sosok Guru besar yang tidak asing lagi kita dengar di wilayah kebon Jeruk , perguruan ini berada di Jl. Kampung Rawe Kebon Jeruk ini yang biasa disapa dengan sebutan Guru Babe Sabeni Banteng. Memang sudah tidak diragukan lagi dalam melestarikan kegiatan  silahturrohim, mengajarkan silat dan seni budaya Betawi khususnya di daerah Kebon Jeruk dan beberapa wilayah di Jakarta Barat dari jaman dulu.

“Perguruan ini sudah 3 periode guru besar yang mengajarkan silat dan seni budaya, perguruan yang biasa dipanggil PPSCS silat cingkrik serbaguna ini mempunyai khas sendiri yaitu anggota perguruannya selalu memakai peci khusus kembang rose warna kuning , perguruan ini memang sudah ada sejak lama berada daerah Kebon Jeruk Jakarta Barat, hingga sudah turun menurun dari jaman guru besar pertama kali yang mengajarkan silat tersebut yaitu Almarhum Kong H. Sinan lalu di lanjutkan ke pengajar berikutnya yaitu Almarhum Kong Kelek dan yang sekarang periode pengajar berikutnya yang hingga kini ada yaitu Babe Sabeni Banteng sapaan akrab warga sekitar”,  Jelas Fajar salah satu murid di perguruan tersebut saat ditemui tim Perpek Media di Jakarta Barat, Sabtu (09/05/2020).

Babe Sabeni Banteng yang masih mengajarkan silat peninggalan Alm. kong H Sinan dan Alm. Kong kelek ini, walaupun sudah tidak muda lagi umurnya, yakni menjelang 70, Babe Sabeni Banteng selagi masih sehat jasmani dan rohani beliau selalu tetap semangat dan istiqomah terus , walau terkadang sekarang babe mengajarkan silat di setiap wilayah dibantu dengan para anak – anaknya dan beberapa pesilat senior yang sudah bisa mengajarkan.

Babe Sabeni Banteng juga menegaskan dan berpesan agar selalu terus menjalankan sesuai amanah Almarhum para gurunya di perguruan tersebut yang sangat mereka sayang .

“Babe Sabeni Banteng selalu berpesan agar kami selalu terus mengajarkan silat ke siapa saja yang mau belajar silat betawi jenis cingkrik ini dengan ikhlas dan tanpa dipungut biaya sekalipun”, Ujar Bang Ahyar dan Bang Yopi selaku anak dari Babe Sabeni Banteng.

Karena Keadaan seperti ini Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang sudah diterapkan sesuai himbauan Pemprov DKI Jakarta, Pemerintah Pusat, TNI dan Polri , PPSCS juga sepakat sesuai perintah Babe Sabeni Banteng selaku guru untuk sementara waktu meliburkan kegiatan silat dan kegiatan seni budaya betawi,  apapun yang biasanya aktifitas rutin dalam kegiatan dan Babe Sabeni Banteng juga menghimbau agar tetap selalu komunikasi silahturohim, jaga kesehatan dan selalu pakai masker dan berharap agar selalu bisa kumpul kembali nantinya.

Foto Bersama PPSCS, Sebelum adanya pandemi Covid-19

“Kami berharap musibah ini segera berakhir karena kami sangat rindu main silat dan palang pintu yang biasa kami mainkan minimal seminggu tiga kali dipanggil dalam acara pernikahan dan acara besar lainnya”, lanjut Bang Ahyar dan Bang Yopi

“Biasanya setiap bulan ramadhan, kami lakukan kegiatan buka bersama (bukber) sesama para  anggota silat kami dari yang dewasa hingga anak-anak, karena kondisi tidak memungkinkan untuk tahun ini sementara waktu kami tiadakan dulu kegiatan tersebut, karena kami  dukung kebijakan Pemprov DKI  Gubernur DKI Jakarta, Bapak Anies Baswedan yang selalu berpesan untuk kami, agar untuk saat ini dihimbau untuk dirumah saja dulu dan selalu berdoa bersama-sama, bersama para ulama dan masyarakat kita meminta agar diberikan kesehatan, keselamatan dan musibah pandemic Covid-19 ini segera berakhir”, ungkapnya.

(Agus Tiyano)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *