Mengenal Sanggar Si Jampang Lebih Dekat

Jakarta, Perpek Media – Dalam wujud melestarikan Seni Budaya Betawi, Sanggar Si Jampang Pimpinan Bpk. Amirudin yang berada di Kp. Gaga Semanan, Kalideres, Jakarta Barat, terus berupaya mengembangkan warisan para leluhur di tengah perubahan zaman. Si Sanggar Jampang telah berdiri sudah 10 Tahun lamanya, sejak tahun 2010. Dengan melestarikan berbagai macam jenis aliran silat di dalam perguruannya. Serta berbagai kesenian Budaya Betawi lainnya.

Saat ini, kurang lebih sekitar 25 orang usia Dewasa dan 15 orang usia Anak-anak yang masih aktif belajar Silat di Sanggar Si Jampang. Namun dalam kondisi pandemi Covid-19, serta pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sejak 10 April 2020, aktifitas di Sanggar Si Jampang sementara waktu ditiadakan, sampai kondisi kembali normal seperti biasanya.

“Biasanya latihan dalam seminggu tiga kali, setelah ba’da Isha”, ungkap Amirudin saat diwawancarai oleh tim Perpek Media, Minggu (10/05/2020).

Bpk. Amirudin selain Pimpinan Sanggar Si Jampang, beliau juga ketua umum Pagar Budaya Betawi (PBB) yang menaungi Sanggar-sanggar di DKI Jakarta. Selain itu, beliau juga selaku Ketua RT. 005 RW. 09 Kelurahan Semanan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat.

Para murid yang berguru di Sanggar Si Jampang, bukan hanya dari kawasan sekitar wilayahnya. Ada juga yang berasal dari berbagai wilayah.

“Yang belajar di Sanggar Si Jampang ada yang berasal dari Rawa Lele, Dongkal, Kampung Kojan, Banjar, dan Noroktog (Pinang”, ujarnya.

Ada hal yang berbeda untuk belajar silat di Sanggar Si Jampang, yakni berbagai jenis aliran silat dari perguruan yang berbeda ada di dalamnya. Seperti:

  • Silat aliran Beksi dengan guru Bang Erwin (Sejagad Bumi)
  • Silat aliran Sikun Betawi dengan guru Bang fahmi
  • Silat aliran Singa Lolos Macan Terbang dengan guru Bang Debi Batik (Manusia Petasan)
  • Dan Bpk. Amirudin melatih Silat aliran Pukul Kera

“Untuk pelatihan silat pukul kera (gratis) tanpa syarat, yang penting bisa menjaga nama baik perguruan”, kata Amirudin

Selain itu, di Sanggar Si Jampang tidak hanya ada kegiatan silat saja. Beberapa diantaranya ada juga seperti:

  • Pengajian
  • Marawis
  • Seni Palang Pintu
  • Lenong
  • Atraksi Budaya
  • Dan olahraga Futsal

Di tengah pandemi Covid-19 dan PSBB, Sanggar Si Jampang juga merasakan dampaknya selain vakum kegiatan berkesenian . Yaitu, 5 Jadwalnya, khususnya di Seni Palang Pintu batal beraksi diberbagai acara.

Kesenian Budaya Betawi warisan nenek moyang kudu dijage dan dilestarikan disesuaikan dengan perubahan zaman sekarang. Serta diperlukan kerjasama antara pegiat Budaya betawi dan Pemerintah, agar kearifan lokal Seni Budaya Betawi tidak hilang ditelan zaman.

“Harapan saya kepada pemerintah agar lebih memperhatikan sanggar-sanggar yang terpelosok, jangan hanya memperhatikan sanggar-sanggar yang memiliki legalitas, bagaimanapun juga, kite sama-sama melestarikan Seni Budaya Betawi”, harap Amirudin di Kp. Gaga Semanan

Memang sudah seharusnya Pemerintah menyikapi sanggar-sanggar yang belum memiliki legalitas, misalnya membantu untuk proses pembuatan legalitas dengan lebih mudah.

(Jie)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *