Mengintip Nana Sendiz Si Perawan Botoh Yang Vakum NgeMC Gegara Corona

Jakarta, Perpek Media – Peraturan Gubernur Nomor 33 Tahun 2020 tentang pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta yang diberlakukan pada Jumat 10 April 2020, dampaknya sudah dirasakan oleh para pekerja Seni dari tiga minggu sebelum diberlakukannya PSBB. Dimana acara Pentas Seni Budaya dan Konser Musik sudah ditiadakan, untuk menghindari pengumpulan massa dalam upaya memutus mata rantai penyebaran virus corona atau yang biasa dikenal (Covid-19).

Maka bukan rahasia umum lagi jika para pekerja seni di masa pandemi Covid-19 ini, vakum dalam aktifitas keseniannya. Hal ini  mengakibatkan sebagian pekerja seni, khususnya yang mencari nafkah di panggung terbuka atau cafe harus mencari cara lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dalam sehari-sehari. Namun bagaimana nasib pekerja seni yang sama sekali tidak ada pemasukan di masa pandemi Covid-19 yang berkepanjangan ini? Sudah sepatutnya, baik Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi memikirkan nasib para pekerja seni.

Dalam beberapa hari terakhir ini, sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Salah satu seniman yang dijuluki si Perawan Botoh alias Mpo Nana Sendiz, dimana ia aktif naik turun panggung diacara pentas Seni Budaya menjadi MC, juga turut merasakan dampaknya.

“Berbagai acara pembatalan kontrak kerja dari semua pihak, Job saya yang sudah saya jadwalkan dari mulai tanggal 14 Maret 2020 hingga Juni dibatalkan semua “, imbuh Nana Sendiz saat diwawancarai via WhatsApp, Minggu (10/05/2020).

“Alhamdulillah dari Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta mendata seniman-seniman yang kena dampak Covid-19, kemudian menyalurkan sembako kepada seniman termasuk saya, terus saya juga menerima Bantuan sembako dari ASTRABI (Assosiasi Silat Tradisi Betawi Indonesia) dan LKB (Lembaga Kebudayaan Betawi), organisasi dimana saya bernaung sebagai penggiat budaya”, lanjutnya.

Menurut pengakuan Nana Sendiz si Perawan Botoh. Sejak dibekukannya pagelaran kebudayaan, baik dari Pemerintah dan pihak swasta, ia tetap berusaha menjalankan roda kehidupan dengan berdagang via online.

“Saya dagang online, kirim Via Ojol atau saya kirim sendiri yang tentu dengan protokol kesehatan yang saya terapkan, menggunakan masker dan jaga jarak, kemudian cuci tangan dan bersih-bersih setelah dari bepergian”, terangnya.

Nana Sendiz

“Meski tidak dapat menutupi semua kebutuhan pokok, kewajiban bayar iuran listrik, spp anak. Namun untuk pertahan hidup buat saya dan anak-anak, sudah dapat dikatakan alhamdulillah dibandingkan masyarakat atau orang lain, yang benar-benar tidak memiliki penghasilan sedikitpun”, tambah Si Perawan Botoh.

Untuk pencapaian Jakarta dinyatakan bersih dari covid 19 tentu memerlukan waktu dan adanya kolaborasi antara Pemerintah dan Masyarakat. Maka dengan pandemi Covid-19 ini, tidak menjadikan krisis ekonomi berkepanjangan sehingga seluruh agenda dan kegiatan yang tertunda, dengan harapan akan dapat dijalankan sebagaimana mestinya.

“Saya yakin, masyarakat dimanapun berada sudah sangat rindu dengan hiburan pagelaran pertunjukan seni budaya. Bukan hanya sebagai hiburan namun seni budaya juga merupakan aspek yang sangat berpengaruh dalam menyatukan keberagaman di tengah Ibu kota”, ungkap Nana.

Melalui Seni Budaya, Jakarta dapat mengangkat kearipan lokal nya melalui Kesenian Budaya Betawi. Semua para seniman, khususnya pelestari Seni Budaya Betawi berharap pandemi Covid-19 segera berakhir, agar bisa melanjutkan kembali aktifitas berkegiatan dan berkesenian dalam sehari-hari.

“Harapan saya bukan hanya Jakarta, tetapi Indonesia dinyatakan bersih dari Corona”, tutup Nana Sendiz si Perawan Botoh.

(Jie)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *