Kenapa Kue Ini Dinamakan Biji Ketapang?

Jakarta, Perpek Media – Biji ketapang yang berasal dari sebuah nama biji dari pohon ketapang, tapi di sini kita tidak membahas tentang pohon ketapang, mari kita kenali seperti apa kue biji ketapang dan kenapa di namakan biji ketapang.

Kue biji ketapang merupakan salah satu kuliner Betawi paling legendaris yang saat ini sudah mulai sulit untuk ditemukan untuk sehari hari, paling banyak di temukan juga paling mendekati hari lebaran.

Bahan yang digunakan untuk membuat kue ini terdiri dari tepung terigu, telur, dan mentega, kemudian dibentuk kecil-kecil menyerupai biji ketapang. Biji ketapang merupakan jajanan jadul dan legendaris khas Betawi. Ada cerita tertentu yang membuat jajanan ini memiliki nama yang unik.

Mengenai mengapa kue ini dinamakan biji ketapang. Ini dikarenakan kue ini memang mirip dengan biji pada pohon bunga ketapang (Terminalia cattapa L) yang dahulu banyak ditemukan di pinggir jalan kota Jakarta.

Struktur morfologisnya antara lain tinggi 1-2 meter dan batangnya berkayu, bercabang dan berwarna hijau. Daun ketapang majemuk, menyirip genap, anak daunnya bulat telur, tepi rata dengan panjang 4-10 cm dan lebar 15-20 mm, pertulangan menyirip, warna hijau. Bunga tanaman ketapang majemuk, bentuk tandan, mahkota bulat telm, terdiri atas 5 bagian, warna kuning. Buah polong bertangkai. Kalau masih muda bagian tengah warnanya cokelat, tepi hijau sedangkan ketika tua berwarna cokelat.

Kue biji ketapang keberadaannya masih sangat diakui oleh masyarakat Indonesia, beberapa toko kue juga masih menjual kue biji ketapang dalam bentuk toples bulat. Bahkan, pengrajin kue khas betawi asli juga masih suka membuat kue biji ketapang sendiri dan membentuknya dengan menggunakan tangan dan bukan dengan alat pembentuk kue.

Menjadi ciri khas makanan cemilan orang Betawi, paling tidak mari kita mengenal masyarakat Betawi, jadi bukan kenal kuliner Betawi saja, kita harus lebih mengenal siapa itu masyarakat Betawi.

Masyarakat Betawi atau Orang Betawi adalah penduduk Jakarta dengan ciri utamanya mempergunakan bahasa Betawi sebagai bahasa ibu, tinggal dan berkembang di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Terbentuk sekitar abad ke-17, merupakan hasil percampuran beberapa suku bangsa seperti Bali, Sumatera, China, Arab dan Portugis. Ada beberapa pendapat mengenai asal muasal kata Betawi, salah satunya dari kesalahan pengucapan kata Batavia.

Masyarakat Betawi secara geografis terbagi 2, yaitu Tengah dan Pinggiran.Termasuk wilayah Betawi Tengah antara lain Gemeente Batavia (sebutan untuk daerah kota praja di ibu kota Batavia dengan wakilnya sendiri) minus Tanjung Priok dan sekitarnya atau radius sekitar 7 km dari Monas. Masyarakat ini dipengaruhi kuat oleh budaya Melayu dan Agama Islam.

Masyarakat Betawi Pinggiran (Betawi Ora) dibagi dua, bagian utara dan selatan. Kaum Betawi Ora dalam beberapa desa di sekitar Jakarta umumnya orang Jawa yang nyampur dengan suku-suku lain. Mayoritas adalah petani padi, sayur mayur dan pohon buah. Bagian Utara meliputi Jakarta Utara, Barat, Tangerang yang dipengaruhi kebudayaan Cina. Bagian Selatan meliputi Jakarta Timur, Selatan, Bogor dan Bekasi. Bagian ini banyak dipengaruhi kebudayaan Jawa dan Sunda.

(Red)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *