Wilayah Pengendalian Ketat Harus menjalankan PSBL Di Lima Belas RW Zona Merah

Jakarta, Perpek Media – Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Jakarta Utara, Ali Maulana Hakim meminta 15 RW di 9 Kelurahan yang masuk Wilayah Pengendalian Ketat (WPK) harus menjalankan PSBL, untuk menekan penyebaran COVID-19 di wilayah Jakarta Utara.

“Tim Gugus Tugas RW hanya mengisolasi lokasinya dan bukan menutup total fungsinya. Mereka akan mengontrol alur masuk dan keluarnya warga setempat di lingkungan. Begitu juga dengan penyediaan sarana cuci tangan, penyemprotan disinfektan terjadwal dan pengangkutan sampah tidak boleh sembarangan harus ditangani sesuai protokol kesehatan,” ungkap Ali di Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Utara, Kamis (11-06-2020).

Ke-15 RW yang masuk zona merah tersebut akan diawasi oleh Tim Gugus Tugas tingkat RW, Kelurahan hingga Kota. “Kita buat daftar check list data warga dan kebutuhan warga yang menjalani isolasi mandiri dirumahnya masing-masing. Ini sebagai bahan untuk evaluasi penanganan COVID-19 nanti akan terlihat dari hasil check list itu mana yang sudah sembuh dan masih dirawat,” jelasnya.

Sedangkan dari pihak Puskesmas Kelurahan dan Kecamatan akan melakukan swab test kepada sejumlah warga yang pernah kontak langsung dengan pasien COVID-19. “Kalau hasilnya positif dan memiliki penyakit bawaan maka harus dirujuk ke rumah sakit. Jika tanpa gejala dan memungkinkan isolasi mandiri dirumah silahkan saja dengan mengikuti ketentuan protokol kesehatan,” ujarnya.

(M Abdi)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *