Sholat Jum’at Di Masjid Jami Baitul Hikmah Terapkan Protokol Covid-19

Jakarta, Perpek Media – Sholat Jum’at di Masjid Jami Baitul Hikmah, tetap terapkan protokoler pemerintah dalam memutus rantai Covid-19 dengan mewajibkan setiap jamaah mengenakan masker saat mengikuti salat berjamaah, kebijakan itu merupakan salah satu upaya dalam penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa transisi.

Ketua Dewan Kemakmuran Masjid Jami Baitul Hikmah, Dari Sumardi mengatakan, “Pengenaan masker merupakan prinsip dalam menjalankan salat berjamaah ditengah pandemi Covid-19. Secara tegas, jamaah yang tidak mengenakan masker tidak diperbolehkan mengikuti salat berjamaah, baik sholat fardu lima waktu atau pun salat Jumat”,, tegasnnya.

“Yang tidak mengenakan masker tidak boleh solat berjamaah. Itu prinsip. Kalau masker ketinggalan, kami (DKM) menyediakannya agar jamaah bisa mengikuti salat berjamaah,” ujar DKM saat ditemui di Masjid Jami Baitul Hikmah di jalan Agung Utara III, Komplek Sekretaris Negara (Segneg) RW 08, Kelurahan Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (12/06-2020).

Selain masker, dijelaskannya sederet protokol kesehatan lainnya pun diterapkan di masjid ini.

Mulai dari penyemprotan cairan disinfektan, pengecekan suhu tubuh, penyediaan cairan hand sanitizer, menjaga jarak fisik dengan pembatasan saf salat, dan tidak berjabat tangan.

Sederet protokol kesehatan itu diterapkan oleh pengurus DKM Masjid Jami Baitul Hikmah. Bahkan, beberapa jamaah tidak diperbolehkan masuk ke area masjid lantaran bersuhu tubuh di atas 37,5 derajat celsius.

“Sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia, pertama yang kami (DKM) lakukan ialah menggulung dan membersihkan karpet (tidak lagi mengenakan karpet), lalu menyemprot cairan disinfektan di seluruh sudut area masjid. Bahkan untuk saat ini, segala kegiatan ibadah dipercepat masa waktunya agar jamaah tidak lama berkerumun di dalam masjid,” jelasnya.

Untuk kegiatan majelis taklim, diterangkannya sudah kembali digelar sejak Senin (08-06-2020) lalu. Sederet protokol pun tetap diterapkan selama kegiatan tersebut berlangsung.

“Majelis taklim baru senin kemarin dimulai. Tetap protokol kesehatan dijalani demi kepentingan bersama,” tutupnya.

(M. Abdi)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *