Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Jadwalkan Dibukanya Pasar Non Pangan

Jakarta, Perpek Media – Pasar Non Pangan hari ini dijadwalkan, dibuka oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, ditengah jalannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa transisi, Meski begitu sederet protokol kesehatan wajib dipatuhi demi mencegah penyebaran Virus Corona dengan mencuci tangan ,memakai masker dan jaga jarak (social distencing).

Begitu pun pada lokasi binaan (lokbin) dan lokasi sementara (loksem) di wilayah Jakarta Utara. Dipastikan seluruh pedagang binaan kembali membuka toko dengan penerapan protokol kesehatan.

Kepala Suku Dinas Kepala Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Administrasi Jakarta Utara Yati Sudiharti “mengatakan, dua lokbin dan 25 loksem di Jakarta Utara telah kembali dibuka, hanya satu loksem yang belum dibuka yakni Loksem Pasar Ular Tanjung Priok lantaran masih menunggu hasil tes swab pedagang binaan,” ungkapnya.

“Lokbin kami ada dua yaitu lokbin Rorotan dan 103, Semuanya sudah dibuka, Sedangkan untuk loksem, baru 25 yang dibuka, satu loksem masih menunggu hasil swab tes pedagang binaan,” ungkap Yati, saat dikonfirmasi, Senin (15-06-2020).

Dijelaskannya, sederet protokol kesehatan mulai dari alat pencuci tangan (wastafel), batas antrean berjarak, alat cek suhu tubuh hingga sistem pembayan non tunai telah dipersiapkan di lokbin dan loksem. Pedagang dan pembeli pun wajib mengenakan masker saat berada di dua area tersebut.

Bahkan, sistem ganjil genap (gage) sesuai hari dan nomor kios diterapkan untuk mengurangi keramaian. Semisal, nomor kios ganjil buka pada Senin, sedangkan nomor kios genap buka pada Selasa. Begitu pun seterusnya secara bergantian setiap hari.

“Kami kemarin sudah monitoring ke lokbin dan loksem. Pengelola sudah diarahkan untuk memfasilitasi protokol kesehatan dan wajib dijalani,” jelasnya.

Terkait pengawasan, dipastikannya setiap lokbin maupun loksem telah ditugaskan petugas pengamanan dalam (pamdal). Bahkan, TNI-Polri dan Satpol PP pun hadir untuk melaksanakan patroli PSBB transisi saat lokbin dan loksem ramai pengunjung.

“Kurang tertibnya pembeli dan pedagang di lokbin dan loksem memang menjadi kendala. Makanya kami tempatkan petugas dan mendapat bantuan dari TNI-Polri dan Satpol PP untuk mengawasi jalannya protokol kesehatan di sana,” tutupnya.

(M. Abdi)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *