100 Pedagang Di Pasar Kemiri Jakbar Jalani Tes Swab

Jakarta, Perpek Media – Sebanyak 100 pedagang Pasar Kemiri, menjalani tes swab di tanggul Cengkareng Drain, RW 06, Kembangan Utara Rabu (17/6) pagi. Skrining kesehatan (tes swab) dilakukan dalam upaya mendeteksi adanya COVID-19.

Pelaksanaan kegiatan tes swab dihadiri oleh Wakil Camat Kembangan, Imron, Lurah Kembangan Utara, Rudi Hariyanto, Sekel Kembangan Utara, Rasyid, unsur tiga pilar Kecamatan Kembangan serta tenaga medis Puskesmas Kecamatan Kembangan.

Lurah Kembangan Utara, Rudi Harianto mengatakan, skrining kesehatan yang digelar tim medis Puskesmas Kecamatan Kembangan, diperuntukkan buat pedagang Pasar Kemiri. Targetnya adalah 100 pedagang.

Selama mengikuti tes swab, para pedagang diwajibkan menerapkan protokol kesehatan, seperti mencuci tangan dengan sabun, memakai masker dan jaga jarak (physical distancing).Tes swab berjalan lancar. Satu persatu pedagang diperiksa oleh tim medis Puskesmas Kecamatan Kembangan.

Rudi menjelaskan, tes swab digelar dalam upaya memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di wilayah Kembangan Utara, terutama lingkungan Pasar Kemiri. Setidaknya ini mengacu pada aturan Pergub No 51 Tahun 2020 tentang PSBB masa transisi menuju masyarakat Sehat, maju dan produktif.

Ia menambahkan.bila hasil tes swab ada yang positif COVID-19 maka Pasar Kemiri akan ditutup selama tiga hari. Penutupan dilakukan untuk sterilisasi pasar dengan melakukan penyemprotan disinfektan.

Sementara itu Kepala Puskesmas Kecamatan Kembangan, Dr Leni mengatakan, tes swab digelar buat para pedagang ikan di Pasar Kemiri. Artinya, pemeriksaan untuk satu klaster pedagang yang dekat dengan pedagang ikan yang sebelumnya terindikasi positif COVID-19.

Hingga berita ini diturunkan, tim puskesmas Kecamatan Kembangan sudah mengambil sampel air liur melalui usap tenggorokan dari 96 pedagang. “Berdasarkan laporan total yang di swab berjumlah 96 orang,”ujar Lenni.

Ia menjelaskan, spesimen pemeriksaan pedagang tersebut dibawa langsung ke Labkesda DKI Jakarta dan lembaga Eijkman. Sehingga butuh 3-4 hari untuk mengetahui hasil pemeriksaan spesimen. Bila nanti ada yang positif COVID-19, tim puskesmas langsung melakukan tracing ke keluarganya serta orang terdekat yang pernah kontak langsung. “Bisa jadi nanti orang satu pasar kita cek kesehatannya semua,” tambahnya. (why/barat.jakarta)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *