Keluarga Korban Terpukul, Meninggalnya Ketua RT Di Wilayah Palmerah Yang Ditikam

Jakarta, Perpek Media – Saat berusaha menemui pihak keluarga korban, almarhum Ketua RT04/RW06 kelurahan Kota Bambu Utara, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat. Dari pihak keluarga belum bisa ditemui dan memberikan statement apa-apa, dikarenakan masih terpukul shock dengan kepergian sosok almarhum yang tidak menyangka harus pergih secepat itu. Meninggalkan luka dan tanggung jawab yang besar untuk keluarganya yang ditinggalkan.

Di rumah almarhum juga kita merasakan kepedihan dan kesedihan luka yang mendalam, “Sosok almarhum ini orangnya sangat baik sekali dan benar memang almarhum sendiripun menjadi tulang punggung untuk keluarganya satu-satunya , yang mempunyai buah hati dua anak, yang satu masih duduk dibangku kuliah perguruan tinggi dan yang satu masih duduk dibangku SMA yang ada di Jakarta,”, ujar M. Aminuddin selaku Ketua RW 06 saat ditemui, Minggu (21/06/2020).

Ketua RW mengatakan, sosok almarhum adalah penduduk asli warga wilayah tersebut, dari lahir hingga saat akhir hayatnya, beliau sangat dikenal orang yang baik sekali , supple dan sering membantu warganya.

Selain itu, Ketua RW juga meluruskan pemberitaan yang berkembang bahwa almarhum ketua RT tersebut, yang ditikam pemuda sekitar. Beliau menegaskan bahwasanya pemuda pelaku yang menikam tersebut adalah bukan warganya, melainkan warga sebelah beda RT . “Sebelumnya mereka tidak ada masalah, apalagi terkait ‘bansos’ itu tidak benar adanya, mungkin dikarenakan almarhum di masa transisi psbb ini, beliau mungkin sering suka mengingatkan si pelaku untuk pakai masker, jaga jarak dan tetap mematuhi protokol kesehatan” jelas ketua RW 06 di Posnya.

Wargapun agak heran atas kejadiaan tersebut , semua agak tercengang dan tidak habis pikir melihat kenapa semua itu bisa terjadi. “Yang mereka takutkan si pelaku tersebut memiliki historis ada gangguan jiwa atau ada efek lain yang bisa bikin hilang kesadarannya, makanya itu untuk saat ini belum diketahui motifnya apa karena sedang diselidiki pihak kepolisian, kamipun selaku warga berharap semoga kedepannya tidak ada lagi kasus yang seperti ini lagi dimanapun”, ujar salah satu warga yang tidak mau disebutkan namanya.

(Dedi)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *