Tentang Latihan Gitar: Teknik, Musik Dan Perbendaharaan Lagu

Oleh: Jubing Kristianto

Jakarta, Perpek Media – Latihan (practice) bagi saya adalah suatu aksi atau tindakan yang dilakukan berulang-ulang agar kita terbiasa melakukannya. Sedemikian terbiasanya hingga kita bisa melakukannya berulang kali tanpa salah lagi, juga tanpa kesulitan, bahkan mungkin tanpa berpikir.

Manfaat utama latihan meningkatkan kemampuan dan keterampilan seseorang, apa pun bidangnya. Tidak ada pekerjaan di dunia ini yang bisa dikuasai tanpa latihan. Termasuk pula dalam memainkan alat musik.

Selain menciptakan kebiasaan, latihan berfungsi mengenali berbagai masalah atau kesulitan dalam melakukan tindakan tersebut. Tentunya diharapkan setelah mengenali masalah itu, kita tahu pemecahannya.

Latihan gitar (dan juga musik) umumnya mencakup tiga aspek:

1) Teknik

Meliputi kelancaran memainkan tangga nada dan variasinya (memerlukan koordinasi jemari kiri dan kanan yang kompak),  variasi arpegio (jemari kanan), petikan chord dengan kombinasi senar berbeda-beda (jemari kanan),  variasi strumming atau kocokan (jemari kanan), variasi posisi jemari kiri serta kelancaran perpindahan dari satu posisi ke posisi berikut (jemari kiri).

2) Musik

Meningkatkan kemampuan membaca, mendengar, dan memahami elemen-elemen musik seperti perbedaan pitch, pola ritme, keselerasan bunyi atau harmoni, warna suara, dinamik, tempo,artikulasi, dan frase.

3) Perbendaharaan lagu 

Latihan memainkan/menguasai sebuah lagu tertentu. Tentunya tingkat kesulitan lagu disesuaikan kemampuan.  Jika masih pemula, sebaiknya belajar juga lagu untuk level pemula. Jangan maksa mainl agu tingkat tinggi. Karena pasti gagal.

Apakah tiga aspek itu harus kita rangkap dalam satu hari kita berlatih? Tidak selalu. Ada proses. Ada tahap demi tahap. Ada teknik-teknik dasar yang harus dilatih dan dikuasai dulu sebelum meningkat kejenis latihan berikutnya. Bimbingan dari guru atau penggunaan buku metode belajar yang sistematis jelas akan sangat membantu.

Untuk pemula durasi latihan per hari mungkin tidak terlalu lama. Bisa 30 menit sampai satu jam per hari.Tergantung dari banyaknya target latihan yg hendak dicapai. Namun seiring makin sulitnya teknik serta jenis lagu yang harus dikuasai, makin lama pula durasi yang diperlukan gitaris dalam berlatih. Jika durasi latihan dikurangi, maka kemampuan gitaris bisa merosot.

Apa betul makin lama latihan harian maka gitaris makin jago? Bisa ya bisa tidak. Ya,jika selama waktu itu ia berlatih dengan menetapkan target -target capaian yang jelas dan berdisiplin mencapai target-target itu. Sia-sia hasilnya, jika selama latihan itu sang gitaris hanya berlatih tanpa arah atau melatih ketetampilan yang sudah ia kuasai saja.

Jadi, pada tiap orang bisa berbeda-beda. Seorang gitaris yang akan ikut lomba, misalnya, dia sangat mungkin berlatih 8 – 10 jam sehari memainkan lagu2 untuk lomba yang super-sulit. Sedangkan rekannya, gitaris yang manggung di kafe tiap malam, mungkin cukup latihan 3 jam tiap hari untuk “memelihara” kelancaran dan hafalan dari puluhan lagu yg mesti ia mainkan tiap malam.

Memang, idealnya latihan harian mencakup ketiga aspek di atas. Meski ini tidak mutlak juga. Misalnya, dalam sebulan ke depan sang gitaris hanya ingin mengasah keterampilan teknik tertentu. Maka semua waktu latihan dicurahkan untuk mengasah teknik ini. Sementara menambah perbendaharaan lagu tidak dulu. Atau, untuk menyiapkan album, gitaris hanya fokus pada mencipta atau memelajari lagu baru selama berbulan-bulan. Tentunya dengan catatan, kemampuan teknik dan musikalitasnya sudah mencapai level yang baik.

Tujuan dari latihan adalah kemampuan melakukan tindakan atau pekerjaan dengan kualitas yang makin baik. Dalam hal bermain musik, maka sang musisi diharapkan setelah berlatih bisa menyajikan musik yang makin fasih dan bagus. []

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *