Ngopi, Sadar Untuk Bangsa

Jakarta, Perpek Media – NGOPI (Ngobrol Isnpiratif ), Team Perpek Media kali ini berkesempatan hadir dalam sebuah acara yang bertajuk NGOPI (Ngobrol Ispiratif) sebuah acara yang di sajikan secara LIVE STREAMING.
Acara yang di prakasai oleh YAYASAN PUSTAKA HARJUNA (YPH) yg beralamat di Tugu utara,Koja Jakarta Utara,untuk membahas obrolan seputar FALSAFAH BHINEKA TUNGGAL IKA dengan nara sumber kita di antaranya yaitu Bapak Teguh Handoko Susilo (penulis buku “ Falsafah Bhineka Tunggal Ika),Bapak Edi Siswanto (Ketua Yayasan Pustaka harjuna-YPH),Bapak Saiman(Ketua Program YPH), dan juga dari kalangan musisi yg tentunya sudah cukup terkenal di kalangan para pecinta musik tanah air kita Tresno vokalis band TIPE X (The Legend of SKA).

Dari hasil wawancara dengan Bapak Teguh (penulis buku FALSAFAH Bhineka Tunggal Ika) beliau mengatakan “ kita telah mengalami krisis jati diri bangsa di mana sebelumnya kita adalah sebuah bangsa yang masyarakatnya saling mengenal hidup rukun,mengenal tata krama dan nilai nilai luhur budi pekerti. NGOPI (Ngobrol Isnpiratif ), Team PERPEK MEDIA kali ini berkesempatan hadir dalam sebuah acara yang bertajuk NGOPI (Ngobrol Ispiratif) sebuah acara yg di sajikan secara LIVE STREAMING.

Acara yang diprakasai oleh YAYASAN PUSTAKA HARJUNA (YPH) untuk membahas obrolan seputar FALSAFAH BHINEKA TUNGGAL IKA dengan beberapa narasumber di antaranya yaitu Bapak Teguh Handoko Susilo (penulis buku “Pengantar Falsafah Bhineka Tunggal Ika),Bapak Edi Siswanto (Ketua Yayasan Pustaka harjuna-YPH),Bapak Saiman(Ketua Program YPH), dan juga dari kalalangan musisi yang tentunya sudah cukup terkenal di kalangan para pecinta musik tanah air kita Tresno vokalis band TIPE X (The Legend of SKA).

Selanjutnya, dari hasil wawancara dengan Bapak Teguh (penulis buku FALSAFAH Bhineka Tunggal Ika) beliau mengatakan “ kita telah mengalami krisis jati diri bangsa di mana sebelumnya bangsa kita merupakan bangsa yang saling mengenal hidup rukun, menjaga nilai nilai luhur budi pekerti, adat istiadat dan tata krama. Namun semua ini sepertinya sudah tidak lagi di miliki oleh bangsa ini, semunya sudah berubah, untuk itulah Bapak Teguh dan Yayasan Pustaka Harjuna yang di ketuai Bapak Edi serta Bapak Saiman selaku ketua program YPH akan mengajak duduk bareng kepada segenap lapisan Masyarakat dan Pemerintah untuk kembali kepada nilai nilai Falsafah Bhineka Tunggal ika, serta mengembalikan kurikulum pendidikan budi pekerti serta moral Pancasila, beliau berjanji akan menyampaikan hal tersebut kepada Instansi terkait di bidang pendidikan, dan akan menekankan kembalinya kurikulum Pendidikan Pancasila dari tingkat Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi. Untuk itulah beliau berharap semua pihak mendukung gagasan tersebut.

Dalam hal ini Yayasan Pustaka Harjuna melalui program kerjanya membuat acara yang bertemakan ” Gemakan Falsafah Bhineka Tunggal Ika” dan membuat LOMBA NASIONAL dalam bentuk pengiriman lagu dengan format video (Audio-Visual).

Tak ketinggalan dari kalangan musisi hadir pula Tresno vokalis Tipe X yg tentunya kita sebagai pencinta musik tanah air sudah tidak asing lagi, Tresno vokalis Band Tipe X yang berhasil Team Perpek wawancarai mengatakan dalam memaknai nilai nilai falsafah Bhineka Tunggal Ika itu sepeti yang ia ketahui bahwa kita harus kembali menjaga kerukunan, dan bersatu padu tidak ada lagi gesekan gesekan di antara sesama anak bangsa, seprti itulah arti sebuah Bhineka Tunggal Ika berbeda beda tetapi tetap satu, sama halnya seperti ketika Ia manggung, X frends( nama fans Band Tipe X) walau berbeda dari berbagai suku,bahasa dan Agama tapi ketika Tipe X manggung seluruh X Frends semuanya ikut asyik dalam bernyanyi bersama dan mengoyangkan kaki, badan mengikuti irama musik SKA seprti genrenya band Tipe X yang ia usung, semua larut dalam suka cita tidak ada perbedaan dan semua larut bersuka ria mengikuti irama, untuk itulah Tresno sebagai kalangan musisi berharap kedepannya generasi kita smuanya bersatu padu tanpa memndang lagi perbedaan yang ada
Malam semakin larut NGOPI ( Ngobrol Inspirasi) akhirnya kita sudahi.

Demikian wawancara Team Perpek Media dengan narasumber usai sudah. Mungkin di lain kesempatan kita akan kembali mewancarai nara sumber lainnya. ( Aldy/Faris).

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *