PMI Gencarkan Penyemprotan Disinfektan Di Rusunawa Penjaringan

Jakarta, Perpek Media – Cegah Covid -19, hunian rumah susun sewa (Rusunawa) Penjaringan menjadi target penyemprotan disinfektan, Empat unit mobil operasional PMI dan 14 petugas PMI Kota Jakarta Utara menggunakan alat pelindung diri (APD) dan perlengkapan lainnya dikerahkan ke-10 blok hunian warga, Senin (06-07-2020).

“Sejak Jumat hingga Senin hari ini, kami melaksanakan kegiatan penyemprotan disinfektan di area Rusunawa Penjaringan. Jumat kemarin penyemprotan dilakukan di Tower C dan D kemudian hari ini dilanjutkan ke-4 blok yaitu Mawar, Cempaka, Kenanga dan Melati,” ungkap Wakil Ketua PMI Jakarta Utara bidang bencana, Dwi Haryanto saat dikonfirmasi.

Ia menjelaskan, kegiatan penyemprotan disinfektan di Rusunawa Penjaringan atas permohonan dari pihak rusun. “Diawali dengan permohonan dari pihak rusun kemudian petugas PMI Jakarta Utara langsung mensurvei lokasi dan mengeksekusi dengan penyemprotan disinfektan. Ini adalah kolaborasi dalam upaya pencegahan COVID-19 di wilayah Jakarta Utara,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Unit Pengelola Rumah Susun (UPRS) Penjaringan, Tati Budiarti mengatakan, semenjak merebaknya wabah COVID-19 dan sesuai arahan Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman agar semua Kepala UPRS di wilayah DKI Jakarta untuk menjaga kesehatan dan kenyamanan bagi warga rusunnya masing-masing dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Rusunawa Penjaringan terdiri dari 2 tower dan 10 blok dengan jumlah warga sekitar 2.500 orang. Saya harap protap dalam penanggulangan COVID-19 tetap dilaksanakan begitu juga dengan warga rusun agar tetap disiplin dan menerapkan protokol kesehatan serta pola hidup bersih dan sehat (PHBS) di lingkungan Rusunawa Penjaringan,” ujarnya.

Sedangkan langkah pencegahan yang sudah dikerjakan oleh pihak UPRS dalam menerapkan protokol kesehatan diantaranya pengecekan suhu tubuh dengan thermal gun, menutup beberapa akses keluar masuk warga rusun, menyediakan wastafel portable di pintu masuk tower dan blok.

Selanjutnya, dilakukan rapid test gratis dan dilanjutkan dengan swab test bagi warga rusun dan pengelola yang dilakukan oleh pihak CSR. Kemudian sosialisasi pencegahan COVID-18 dengan spanduk, banner dan pengeras suara, fasilitas olahraga ditutup sementara untuk menghindari kerumunan.

Pembatasan jumlah orang didalam lift, tim keamanan bergiliran untuk menjaga dan memonitor agar warga tidak berkerumun, penyemprotan disinfektan yang rutin selama 2 minggu sekali dan sosialisasi penggunaan tempat ibadah dengan kapasitas orang 50 persen.

(M.abdi)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *