Pedagang Pasar Kober Kelurahan Papanggo Ikuti Swab Test

Jakarta, Perpek Media – Pedagang Pasar Kober Kelurahan Papanggo ikuti swab test, Rabu (8/7). Kegiatan pemeriksaan kesehatan ini dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 karena pasar merupakan lokasi yang berpotensi sebagai kluster baru.

Lurah Papanggo Maryono mengatakan swab test yang dilakukan ini merupakan hasil kolaborasi Kelurahan Papanggo, Puskesmas Kecamatan Tanjung Priok dan Puskesmas Kelurahan Papanggo.
“Apresiasi juga kami sampaikan untuk para pedagang yang secara sadar mau mengikuti swab test. Dengan keikutsertaannya berarti membantu pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Jakarta Utara,” katanya.

Diterangkan Maryono sebelum kegiatan ini dilakukan pihaknya melakukan rapat terlebih dahulu.
“Dihadiri Puskesmas Kecamatan dan Puskesmas Kelurahan Papanggo juga pengelola pasar. Tujuannya agar hasil rapat bisa disampaikan kepada pedagang sebagai bentuk sosialisasi dan sekaligus memberikan edukasi manfaat dari pemeriksaan kesehatan tersebut,” tambahnya.

Sementara Kepala Puskesmas Kecamatan Tanjung Priok dr.Ahrahayati Wildany mengatakan pelaksanaan kegiatan sesuai Surat Edaran Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara No. 016/2020 tentang Testing COVID-19 Masal di Pasar.
“Untuk itu diadakan test masal di pasar-pasar, dikarenakan salah satu potensi klaster virus COVID-19 . Saat ini Active Case Finding (ACF) atau temuan kasus aktif berada di pasar,” katanya.

Menurut Ahrahayati dengan ikutnya pedagang dalam swab test ini agar lingkungan pasar aman dari Covid-19, karena saat ini Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara sedang gencar melaksanakan TLI, yakni test, lacak, isolasi dan membangun perilaku publik untuk melaksanakan 3 M.
“Agar pedagang atau pembeli aman dan sehat saat beraktivitas di pasar. Namun demikian diharapkan agar selalu disiplin menerapkan 3 M (mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak) dan juga menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS),” ucapnya.

Ditambahkan Ahrahayati ada sebanyak 89 orang pedagang yang mengikuti kegiatan ini.
“Ke 89 pedagang bukan hanya didata pribadinya, tetapi juga didata dengan memakai form Penyelidikan Epidemiologi (PE). Tujuannya agar diketahui apakah pedagang tersebut mempunyai penyakit penyerta ataupun lainnya. Untuk petugas media dari Puskesmas Kecamatan Tanjung Priok ada 18 orang, terdiri dari dokter, tenaga paramedik dan administrasi,” tuturnya.


(Maya hasan)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *