Pelaku UMKM Jakarta Utara Diusulkan Dapat Relaksasi Perizinan Usaha

Jakarta,Perpek Media – Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah Kota Administrasi Jakarta Utara memastikan ratusan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) akan mendapatkan relaksasi Izin Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (IUMKM).

Ratusan pelaku usaha itu telah direkomendasikan untuk mendapatkan IUMKM kepada Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) DKI Jakarta.

Kepala Suku Dinas Kepala Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah Kota Administrasi Jakarta Utara Yati Sudiharti mengatakan, sebanyak 833 pelaku UMKM Jakarta direkomendasikan kepada Dinas PMPTSP untuk mendapatkan relaksasi IUMKM.

Relaksasi tersebut sesuai dengan Instruksi Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 56 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Kolaborasi Sosial Berskala Besar (KSBB) Bidang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta.

“Kami sudah mengirim dokumen sebanyak 833 pelaku UMKM di Jakarta Utara untuk mendapatkan relaksasi IUMKM kepada Dinas PMPTSP DKI Jakarta,” kata Yati, saat dikonfirmasi, Rabu (8/7/20)

Dokumen berupa Foto Copy Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), Surat Permohonan, pas foto, dan foto lokasi usaha, dijelaskannya merupakan kolektif dari tim pendamping Jak Preneur di enam kecamatan.

Total rekomendasi itu pun dinamis mengalami pertambahan seiring berjalannya waktu dan permohonan pelaku UMKM untuk pengajuan IUMKM.

“Jadi data yang kami kirim bisa saja bertambah karena permohonan itu seiring waktu terus bertambah. Nanti jika sudah dikolektifkan dari masing-masing pendamping Jak Preneur kecamatan, akan kami kirim kembali ke Dinas PMPTSP DKI Jakarta,” jelasnya.

Terkait kebijakan relaksasi ini, diterangkannya Dinas PMPTSP melalui tim Antar Jemput Izin Bermotor (Ajib) Kelurahan atau Kecamatan akan mendatangi pelaku UMKM sesuai data yang dikirimkan sebelumnya.

Tim Ajib akan menilai kelaikan pelaku UMKM untuk mendapatkan IUMK sesuai dengan jenis usaha yang dilakukannya selama ini.

“Jadi kemudahannya, kalau sebelum ada kebijakan ini, kami (Sudin PPKUKM) yang bermohon dan mengirim data ke Dinas PMPTSP melalui aplikasi Jak Evo. Nah kalau sekarang kami hanya mengirim data usulan saja. Nanti petugas Dinas PMPTSP yang mendatangi pelaku UMKM,” tutupnya.

(Antony)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *