Bang Japar Hadir Aksi Tolak RUU HIP Di Depan Gedung DPR Senayan Jakarta

Jakarta, Perpek Media – Segenap komponen umat Islam kembali menggelar Aksi Tolak RUU HIP (Haluan Ideologi Pancasila) di depan Gedung DPR Senayan Jakarta. Kamis (16/7/2020).

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi DKI Jakarta KH Munahar Muchtar turut menyampaikan orasi Tolak RUU HIP.

Dia menyatakan bahwa sikap seluruh komponen MUI dengan tegas menolak RUU HIP dan mendesak agar RUU HIP dicabut dari Prolegnas.

“Kita minta DPR mendengarkan aspirasi. Kalau anggota DPR tidak mendengarkan aspirasi rakyat lagi, maka mereka mendengar siapa lagi,” kata kiyai Munahar Muchtar dalam orasinya diatas mobil Komando, Kamis (16/7/2020).

Ia menegaskan bahwa para ulama dengan tegas menolak komunisme. Maka, apabila ada orang-orang yang berketuhanan ingin merubah Pancasila dengan Ekasila, Trisila, bahkan tidak memasukkan TAP/MPRS XXV/1966, maka patut diduga mereka ingin mengacaukan bangsa Indonesia.

“Hari ini adalah saksi sejarah, kalau mau mendengarkan, maka mereka (legislator DPR) sebagai aspirator rakyat. Tapi bila tidak, mereka akan dicatat sebagai pengkhianat bangsa,” ujarnya sambil berapi-api di depan ummat.

“Kita ingin menjaga Pancasila, kita ingin menjaga ruh UUD 1945, kalau ini kita jaga, kita akan menang dan mengalahkan bangsa lain, tapi jika tidak, kita hanya akan menjadi kacang-kacangan bangsa lain,” lanjutnya.

Perwakilan dari Ormas Kebangkitan Jawara dan Pengacara (Bang Japar), Ustad Taufiqurrahman Al Banjari mengatakan bahwa kami akan tetap bersama para ulama menjaga dan mengawal Pancasila utuh hingga tuntas.

“Pancasila adalah hasil buah Pemikiran bersama-sama dengan para Ulama, disana jelas dan tegas dari Panitia Sembilan dan Ulama menegaskan Sila Ketuhanan ada diawal Pancasila, dan ingat Pancasila sudah Final tidak perlu dirubah apapun dan bentuk bagaimanapun”, ujar Ustad Taufiqurrahman Al Banjari diatas Mobil Komando.

Peserta aksi yang hadir diantaranya dari Anak NKRI, PA 212, GNPF, BANG JAPAR, dan beberapa organisasi yang tetap teguh dan berjuang menjaga Pancasila.

(Dede)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *