Di Balik Keunikan Filosofi Kue Klepon

Jakarta, Perpek Media– Hallo adalah kata yang terucap ketika hampir rata rata penduduk bumi mengangkat telephone yang berbunyi, hehehe… itu telephone ya, di sini kita akan sedikit membahas kue klepon bukan telephone, belakangan ini ramai yang sedang di perbincangkan kue klepon tidak islami, terlepas dari rumor yang beredar ternyata, usia kue klepon sudah lumayan tua, yuk kita cari tau usia kue klepon ini.

Klepon sudah muncul di Indonesia pada tahun 1950-an. Saat itu klepon disajikan di restoran-restoran Indonesia, Belanda, hingga Cina, berarti sudah lumayan tua juga ya, kalau kita bertemu dengan jajanan ini, kita yang berusia muda harusnya menghargai usia kue klepon, rasanya yang lezat membuat klepon tetap digemari hingga sekarang. Kita bisa membelinya di pasar-pasar tradisional maupun toko makanan dengan harga yang murah, rasa dari kue klepon ini yang tidak bisa di lupakan yaitu, lumernya gula merah yang menyentuh lidah dan di lengkapi parutan kelapa, membuat kue klepon ini semakin enak.

Ini dia Filosofinya kue klepon yang ternyata unik dan membuat kita semakin mengerti tentang arti kehidupan, ternyata klepon mempunyai filosofi yang mendalam. Bentuk bulatnya dianggap melambangkan kehidupan manusia yang nggak diketahui ujung pangkalnya. Bagian luarnya yang nggak rata karena taburan kelapa dianggap melambangkan kehidupan yang nggak selalu mulus dan bahagia. Tetapi kalau bisa melalui kehidupan, kita akan mendapat hasil yang baik, Hal tersebut dilambangkan oleh gula merah yang lumer saat klepon digigit, unik juga ya kalo kita sudah mengerti filosofi yang ada di kue klepon.

Dengan berkembangnya zaman modernisasi seperti saat ini, orang-orang akan memilah-milah kue yang dirasa “up to date”, seiring berjalannya waktu, klepon semakin dilupakan dan mulai jarangnya pedagang serta penikmatnya oleh masyarakat modern karena banyaknya kehadiran berbagai macam kue yang telah berinovasi. Seperti munculnya varian rasa green tea, ovomaltine, dsb.

(You One)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *