Ayam Geprek Nyi Rosmi Pedasnya Nagih, Endeus Maknyus!

Tangerang, Perpek Media – Mendengar ayam geprek yang identik dengan sambel, mungkin sudah tidak asing lagi bagi para pemburu kuliner. Makanan pedas yang kekinian ini, saking populernya di tengah masyarakat banyak pegiat kuliner yang menciptakan berbagai inovasi dan tambahan pada ayam geprek dalam bentuk penyajiannya. Salah satunya ialah Ubaidillah pemilik Kedai Nyi Rosmi yang berada di sebelah RSUD Balaraja ini, sejak tahun 2019 menyediakan menu ayam geprek di kedainya.

Kedai Nyi Rosmi yang berlokasi tepatnya di Kampung. Peutey RT. 006 RW. 01 Desa. Tobat, kecamatan Balaraja – Tangerang ini, menamakan menu ayam geprek nya dengan nama “Ayam Geprek Nyi Rosmi” tentunya, memberikan khas cita rasa tersendiri.

“Sambelnya yang endeus bikin ngangenin, ayamnya bukan cuma gurih, pas gigitan pertama bikin fall in love” kata Ubaidillah.

Menu Ayam Geprek Nyi Rosmi menjadi menu primadona para pelanggan setianya dan diburu oleh warga di kawasan tersebut. Selain rasanya yang mampu menggugah selera, harganya pun terbilang murah meriah. Seporsinya hanya dibandrol Rp. 18.000 sudah dapat Ayam Geprek dengan tambahan Nasi, Tahu, Tempe, dan Lalapan.

“Ayam Geprek Nyi Rosmi ini rasanya boleh dicoba sendiri deh, bukan cuma enak tapi isinya juga banyak, harganya juga terjangkau” ungkap Putra pelanggan di Kedai Nyi Rosmi.

“Rasa pedasnya bikin nagih, endeus maknyus” tambahnya.

Selain ayam geprek yang menjadi menu primadona di Kedai Nyi Rosmi yang buka setiap hari dari jam 10.00 S/d 21.00, ia juga menyajikan berbagai menu lain, diantaranya: Ayam Serabut, Seblak Endeus, Lumpia Basah, Jeruk Peras dan Sop Duren.

“Kita juga menerima pesanan online, namun untuk sementara hanya di sekitar balaraja saja” ujar  Ubaidillah, Selasa (28/07/2020).

Untuk diketahui, dari berbagai sumber menyebut Ayam Geprek  bermula dari seorang pedagang ayam goreng tepung yang  berada di wilayah Papringan – Yogyakarta, pada saat itu ada seorang mahasiswa meminta seorang yang biasa disapa Bu Rum menggeprek ayam dan menambahkannya dengan sambal. Lalu, Ibu Rum menamai ayam itu dengan nama ayam geprek. Sebelumnya ayam tersebut dikenal dengan nama ayam gejrot dan ayam ulek. (Jie)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *