Layar Di Tancep Buat Nonton Film, Jaman Dulu Yang Sekarang Hampir Sudah Punah

Jakarta, Perpek Media – Tahun 1900, Hindia baru saja berkenalan dengan ‘gambar idoep’ dan sistem bioskop—baik yang di dalam ruangan atau model layar tancap,
sebuah perkenalan istimewa mengingat jarak waktu masuknya film dan sistem bioskop dari salah satu tempat asalnya, Paris ke Hindia Belanda hanya membutuhkan waktu lima tahun.

Di Indonesia, layar tancap muncul sekitar 1901 dan mulai dijadikan sebuah industri pada tahun 1942-an Pada masa itu, layar tancap dipakai oleh Jepang sebagai media untuk propaganda rakyat Nusantara.

Buat orang zaman dulu, layar tancap udah kayak tur keliling dunianya Westlife atau John Mayer, alias ditunggu-tunggu banget.

Meski pada tahun 60-an di ibu kota juga sudah mulai dibangun bioskop-bioskop komersil yang dinamakan metropole, Namun, menurut sebagian orang tidak dapat terjangkau lantaran harus bayar, Masyarakat khususnya yang minim hiburan seperti di desa lebih memilih menonton layar tancap.

Bioskop pertama yang tercatat sejarah adalah milik seorang Belanda bernama Talbot. Jangan bayangkan di dalamnya ada bangku bernomor, AC, dan layar yang bersih.

salah satu bukti menjamurnya bioskop, di Magelang. Foto milik phesolo files.wordpress.com

Bioskop yang ‘dibangun’ di lapangan Gambir tersebut didesain oleh pemiliknya menyerupai bangsal: berdinding gedek, beratap seng, dan setelah pertunjukan selesai, biasanya kemudian bioskop itu dibawa keliling kampung. Beberapa bioskop, salah satunya bioskop de Callone yang berlokasi di sekitar masjid Istiqlal menerapkan sistem misbar.

(Dedi)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.