Akibat Ledakan Beirut Fasilitas Publik Hancur, Kerugian Materi Capai Rp 73 Triliun

Lebanon | Beirut, Perpek Media – Media sosial baru saja dihebohkan dengan beredarnya sebuah video berisi ledakan hebat. Dalam video itu terlihat dengan jelas sebuah ledakan yang sangat mengguncang. Disebutkan, ledakan dahysat mirip ledakan bom nuklir itu terjadi di sebuah pelabuhan di Beirut, Lebanon.

Ledakan dahsyat di pelabuhan Beirut pada Selasa (04/08/2020) pukul 18.02 waktu setempat telah memakan banyak korban jiwa dan materiil.

CNN melaporkan, sudah ada sedikitnya 80 korban tewas dengan 4.000 lainnya terluka dalam tragedi tersebut. Sementara The Times of Israel menyebut, jumlah korban jiwa sudah mencapai sedikitnya 100 orang.

Gubernur Beirut, Marwan Abboud pada Rabu (05/08/2020) mengatakan, ledakan tersebut telah mengakibatkan kerusakan senilai kisaran 3 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 47 triliun hingga 5 mililar dolar AS atau setara dengan Rp 73 triliun (Rp 14.500/dolar AS).

Beberapa fasilitas publik dilaporkan mengalami kerusakan parah. Salah satunya adalah Rumah Sakit St. George yang merupakan salah satu rumah sakit pusat di Beirut. Menurut New York Times, kerusakan RS St.

George membuat para pasien dikirim ke tempat lain. Bahkan ledakan juga menghancurkan lantai bangunan tersebut. Selain itu, Istana Baabda yang menjadi kediaman Presiden Lebanon rusak. Istana tersebut berjarak sekitar 1,6 km dari lokasi ledakan.

Bandara juga ikut mengalami kerusakan. Selain dari masjid, gereja, sekolah, dan fasilitas lainnya. Komplek kedutaan asing juga dilaporkan mengalami kerusakan ringan hingga parah. BBS/Red/Lapan6

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *