Pemkot Jakarta Utara Dukung Kelangsungan BPJS Kesehatan, Berkeadilan Bagi Masyarakat

Jakarta, Perpek Media – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara berkomitmen mendukung kelangsungan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Dukungan ini sebagai upaya menghadirkan kesehatan berkeadilan bagi masyarakat.

Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Utara Desi Putra memastikan dukung penuh segala kebutuhan penunjang BPJS Kesehatan Jakarta Utara. Dukungan ini dinilai sebagai upaya menghadirkan kesehatan masyarakat yang berkeadilan.

“Forum ini berharap akan ada sharing informasi, proaktif dalam diskusi, update data, dan lain sebagainya. Mendukung BPJS Kesehatan terhadap segala sesuatu terkait asuransi agar dapat terus berjalan,” kata Desi Putra, saat menghadiri Forum Komunikasi dan Kemitraan BPJS Kesehatan Dengan Pemangku Kepentingan di Wilayah Kota Administrasi Jakarta Utara, Selasa (18/8/20)

Dijelaskannya, BPJS Kesehatan tak ayalnya sebagai asuransi kesehatan milik swasta. Setiap peserta akan mendapatkan fasilitas kesehatan yang layak saat membutuhkan perawatan kesehatan dalam jangka waktu yang panjang.

“Asuransi kesehatan itu pasti dibutuhkan. Yang jadi kendala orang-orang menganggap asuransi BPJS Kesehatan ini masih kelas bawah dibanding swasta. Menurut saya sama saja. Sama-sama difasilitasi. Bahkan kelengkapan lebih lengkap di BPJS Kesehatan,” jelasnya.

Kepala Cabang BPJS Jakarta Utara Shanti Lestari menerangkan, keikutsetaan BPJS Kesehatan tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat yang sedang sakit. Beragam program promotif proventif dilakukan secara berkesinambungan sebagai langkah pencegahan penyakit.

“BPJS Kesehatan ini ibarat sedia payung sebelum hujan. Fungsinya tidak saat ketika sakit saja, tapi ketika sehat kita juga mendorong dengan adanya kegiatan promotif proventif seperti senam, edukasi Kesehatan, dan lain sebagainya,” jelasnya.

Untuk saat ini, diterangkannya BPJS Kesehatan tengah menggencarkan aplikasi Mobile JKN (Jaminan Kesehatan Nasional). Peserta dapat mengakses aplikasi untuk beragam kebutuhan layanan fasilitas kesehatan (faskes) seperti pendaftaran poli agar tidak lagi mengantre di loket sehingga dapat menjalankan protokol kesehatan jaga jarak.

“Jadi peserta dapat menggunakan aplikasi Mobile JKN seperti untuk mendaftar ke poli klinik. Ngga antre lagi di loket sehingga dapat menghindari penyebaran Covid-19,” tutupnya.

(Antoni)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *