Enam Point Menjadi Perhatian Khusus Ketika Gubernur DKI Jakarta Memutuskan Emergency Brake Policy PSBB

Jakarta, Perpek Media – Pemprov DKI Jakarta dengan resmi telah menerapkan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) 14 Desember 2020, sebagai langkah dan kebijakan rem darurat (Emergency Brake Policy) menjadi suatu pilihan untuk menekan penularan pandemi COVID-19 di DKI Jakarta.

Ada enam Point khusus yang harus diperhatikan oleh warga DKI Jakarta, agar bisa memutus penyebaran virus yang sudah banyak memakan korban jiwa, dari yang meninggal bahkan yang sudah tertular, berdasarkan data, sebanyak 1.347 orang meninggal dunia akibat Covid-19 di Jakarta sejauh ini dengan tingkat kematian 2,7 persen.

Berikut poin-poin yang harus diperhatikan:

  1. Kegiatan perkantoran di Jakarta harus tutup dan bekerja dari rumah (work from home). Hanya ada 11 bidang usaha yang tetap berjalan dan tidak boleh beroperasi penuh seperti biasa. Jumlah karyawan dibatasi.
  2. Seluruh tempat hiburan harus tutup, termasuk Ancol, Ragunan, Monas, dan taman-taman kota.
  3. Kegiatan belajar tetap berlangsung dari rumah.
  4. Usaha makanan diperbolehkan, tapi tidak boleh makan di tempat. Hanya untuk dibawa pulang atau diantar.
  5. Tempat ibadah terbatas hanya bagi warga setempat dengan menerapkan protokol yang sangat ketat.
  6. Transportasi publik dibatasi dengan ketat jumlah dan jam operasionalnya. Ganjil-Genap untuk sementara ditiadakan.

“Tidak ada banyak pilihan bagi Jakarta, kecuali untuk menarik rem darurat sesegera mungkin, dalam rapat gugus tugas percepatan pengendalian covid 19 di Jakarta, disimpulkan bahwa kita akan menarik rem darurat yang itu artinya kita terpaksa kembali menerapkan pembatasan sosial berskala besar seperti pada masa awal pandemi dulu,” kata Anies. (Agus Bison)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *