Sejak PSBB Diperketat, Perekonomian Warga Pulau Pari Kepulauan Seribu Terancam

Jakarta, Perpek Media – Sejak adanya pelarangan terhadap para wisatawan yang masuk ke Kepulauan Seribu selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB) jilid dua atau PSBB pengetatan, warga pulau lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah.

Beberapa akfivitas maupun usaha dari warga kabupaten kepulauan seribu khususnya di Pulau Pari pun ikut terhenti sehingga perekonomian warga ikut terancam.

Terlihat Kapal kapal tidak ada yang beroperasi begitu juga usaha berdagang dari warga banyak yang tutup. Bahkan kondisi pulau pari pun terlihan sepi.

“Untuk memenuhi kebutuhan dalam rumah,kita harus melaut guna mendapatkan ikan dan juga pergi ke hutan untuk memetik sayuran,” ujar salah satu warga di Pulau Pari beberapa waktu lalu.

Tapi dikatakan kalau sekarang sudah masuk musim hujan, kadang cuaca tidak baik, ombak tinggi dan angin kencang datang sehingga membuatnya terpaksa mengurungkan niat untuk melaut

Ia hanya berharap PSBB segera direnggangkan oleh Pemprov DKI Jakarta serta pandemi segera berlalu agar kehidupan bisa normal kembali dan perekonomiannya bisa kembali berjalan.

“Iya karena uang tabungan juga sudah habis terpakai untuk menutupi kebutuhan sehari hari,” ungkapnya.

Bahkan salah satu warga yang mengadalkan usaha katering harus kehilangan mata pencahariannya lantaran tidak ada wisatawan yang datang.

“Biasanya sebelum ada pandemi Covid-19 banyak yang pesan katering, tetapi sekarang ini ya tidak ada lagi pemasukan,” keluhnya. (*/Umay)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *