Tersisa Tiga Persen, Pendataan Sensus Penduduk di Jakarta Utara Rampung Akhir September

Jakarta, Perpek Media – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Administrasi Jakarta Utara memastikan pendataan Sensus Penduduk pada enam kecamatan di Jakarta Utara rampung akhir September 2020 mendatang. Prediksi itu terlihat dari capaian petugas sensus yang telah menyelesaikan 97 persen pendataan baik pada Satuan Lingkungan Setempat (SLS) atau Rukun Tetangga (RT) dan non SLS atau non RT.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Administrasi Jakarta Utara Suhartono mengklaim, pendataan sensus penduduk sudah mencapai 97 persen dari total SLS dan non SLS pada enam kecamatan di Jakarta Utara. Diprediksi pendataan tersebut rampung pada akhir September 2020 mendatang.

“Sesuai jadwal dan melihat perkembangan petugas sensus di lapangan, pendataan Sensus Pendudukan rampung akhir September 2020 mendatang,” kata Suhartono saat dikonfirmasi, Kamis (24/9/20)

Selama enam hari tersisa ini, dijelaskannya petugas sensus masih terus menyisir SLS dan non SLS yang belum didata. Memastikan 5.724 SLS dan non SLS di Jakarta Utara didata sebagai salah satu kebutuhan pengambilan kebijakan pemerintah di masa mendatang.

“Minggu ini petugas masih menyisir wilayah mana yang belum didata. Memastikan semua wilayah sudah terdata untuk nantinya data tersebut akan kami olah,” jelasnya.

Meski tengah dalam masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), dipastikan pendataan sensus penduduk tidak mengalami kendala berarti. Dukungan dari Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan dan Wali Kota Jakarta Utara Sigit Wijatmoko hingga pejabat setingkat camat dan lurah menjadikan proses pendataan dapat diterima masyarakat.

Petugas sensus pun sudah dibekali fasilitas protokol kesehatan seperti masker, mika penutup wajah hingga sarung tangan, dan hand sanitizer. Bahkan, petugas sudah menjalani tes cepat massal (rapid test) Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) saat proses rekrutmen.

“Yang pasti kami sudah berikhtiar agar petugas kami steril dengan membekalinya dengan protokol kesehatan. Mereka (calon petugas sensus) yang hasil tes rapid test reaktif kami ganti dengan petugas lainnya,” tutupnya. (*/Anthony)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *