Cerai Karena Faktor Ekonomi: Pliss Jangan Dong!

Oleh: Ratih Yusdar

Jakarta, Perpek Media – Menikah adalah salah satu sunnah rasul sebagaimana diriwayatkan dalam sebuah hadist Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam:
“Wahai para pemuda! Barangsiapa di antara kalian berkemampuan untuk menikah, maka menikahlah, karena nikah itu lebih menundukkan pandangan, dan lebih membentengi farji (kemaluan). Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia shaum (puasa), karena shaum itu dapat membentengi dirinya.” (HR Bukhari, Muslim, Tirmidzi, dan lainnya).

Intinya, pernikahan adalah fitrah manusia, maka jalan yang sah untuk memenuhi kebutuhan ini adalah dengan ‘aqad nikah.

Hakekat dari sebuah pernikahan adalah untuk membina rumah tangga, membentuk keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah. Untuk pencapaian itu alangkah baiknya dan memang dianjurkan sebelum dilaksanakan suatu pernikahan sebaiknya dipersiapkan segala sesuatunya dengan matang. Sebab hal tersebut akan mempengaruhi kehidupan berumah tangga nantinya. Salah satu persiapan yang wajib dimiliki setiap pasangan adalah persiapan mental. Kesiapan mental ini dapat diisi dengan banyak belajar ilmu agama. Karena agama lah yang akan menuntun kita bagaimana menghadapi, menyikapi dan mencari solusi pada setiap problema yang akan kita hadapi kelak. Setiap rumah tangga pasti selalu mempunyai probkematika kehidupan.

Tanpa fondasi agama yang kuat sebuah rumah tangga bisa hancur berantakan. Terlebih di masa pandemi saat ini yang menimbulkan banyak permasalahan kehidupan terutama masalah ekonomi. Selama masa pandemi, masalah ekonomi adalah penyebab utama terbesar perceraian dalam rumah tangga. Hal ini berimbas dari banyaknya terjadi PHK terhadap para pekerja dan kesulitan kembali untuk mendapatkan pekerjaan baru. Peningkatan perceraian terjadi hampir di seluruh Indonesia. (wartakota.tribunnews.com, 28/08/2020).

Andai saja pasangan suami istri mampu menyikapi setiap permasalahan dari perspekrif agama, maka perceraian akan bisa dihindari. Itulah tadi sebagaimana dijelaskan di atas bahwa salah satu persiapan pernikahan adalah kesiapan mental yang bersumber dari ilmu agama. Harus ditanamkan ketaqwaan dan keimanan kepada Allah dalam menyikapi setiap permasalahan hidup, apalagi jika permasalahannya sebatas masalah ekonomi. Jika kita memahami dan meyakini begitu banyak firman Allah dalam Alqur’an tentang pengaturan rezeki makhlukNya, maka pasangan suami istri tidak harus bercerai. Bumi Allah ini maha luas jika kita tetap mau berusaha dan ikhtiar dalam mencari rezeki. Karena Allah telah berfirman dalam Alqur’an:

“Allah yang menciptakan kamu, kemudian memberimu rezeki, kemudian mematikanmu, lalu menghidupkanmu (kembali). Adakah di antara mereka yang kamu sekutukan dengan Allah itu ada yang mampu berbuat sesuatu yang demikian itu? Mahasuci Dia dan Maha tinggi dari apa yang mereka persekutukan.” (Q.S Ar-Rum: 40)

“Dan tidak ada satupun makhluk bergerak (bernyawa) di muka bumi melainkan semuanya telah dijamin rezekinya oleh Allah. Dia mengetahui tempat kediaman dan tempat penyimpanannya. Semua itu (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)”. (Q.S Hud: 6)

“Dialah yang menjadikan untuk kamu Bumi yang mudah dijelajahi, maka jelajahilah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.” (Q.S Al-Mulk: 15)

Demikian beberapa janji Allah dalam Alqur’an yang dapat kita pelajari, kita fahami, kita yakini dan kita amalkan. Meskipun prahara ekonomi menimpa keluarga dalam rumah tangga kita, tapi selagi kita mampu berfikir masih punya keyakinan adanya pertolongan Allah. maka kita harus terus berusaha ikhtiar dan berdo’a untuk melakukan sesuatu, bukan berdiam diri, merenung dan meratapi nasib kemudian cekcok dengan pasangan hingga berujung pada perceraian. Itulah jalan keluar terbaik yang seharusnya dimiliki setiap pasangan suami istri yang bermasalah. Namun karena kita hidup di era kapitalisme, maka beribu permasalahan hidup yang menghunjam dalam biduk rumah tangga seakan bagai badai yang saling tumpang tindih yang hanya bisa diselesaikan di sidang perceraian Pengadilan Agama. Padahal itupun akan memakan waktu lama dan mengeluarkan uang yang tidak sedikit serta melukai hati banyak orang termasuk anak-anak, orang tua dan keluarga lainnya.

Benarlah bahwa ummat butuh khilafah untuk melindungi dan mengatasi semua permasalahan ummat tidak hanya di masa pandemi seperti saat ini, tapi sepanjang adanya kehidupan di muka bumi Allah ini. Khilafah akan memberikan solusi terbaik dalam setiap permasalahan serta memberi ketahanan termasuk dalam urusan rumah tangga. Untuk itu berpegang teguhlah pada ajaran Allah yaitu Alqu’an dan hadist, melaksanakan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Berharap hanya padaNya insyaAllah pertolongan Allah sangatlah dekat.

Terlebih jika kita ikut berjuang beramal shaleh untuk mendakwahkan setiap apa yang diperintahkan Allah dalam rangka ketaqwaan kepadaNya, InsyaAllah rezeki kita akan datang juga dengan jalan yang tak disangka – sangka. sebagaimana firman Allah yang artinya, “Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar, dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangka. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya. Sesungguhnua Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Alllah telah mengadakan ketentuan bagi tiang-tiap sesuatu.” (QS. Ath-Thalaq [65]: 2-3).

Sebagai penutup, penulis ingin mengingatkan kembali dengan firman Allah yang tercantum dalam alqur’an yang artinya “Bahwa bersama kesulitan ada kemudahan” (QS: al insyirah ayat 5). Jadi, yakinlah bahwa Allah akan memberikan jalan yang terbaik dalam setiap permasalahan yang kita hadapi. Mendekatlah padaNya karena dunia hanya sementara, akhirat selamanya.

Wallahu a’lam bish-shawab.

*Penulis adalah Aktivis Muslimah

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *