Ormas Bang Japar Jakarta Timur Kutuk Pernyataan Presiden Perancis

Jakarta, Perpek Media – Musa Marasabessy komandan bang Japar Jakarta timur mengutuk keras pernyataan presiden Perancis Emmanuel macron terhadap Islam dan umat Islam yang dinilai telah melukai hati umat Islam.

Sebagai aktivis Islam kami menolak pernyataan macron yang menghubungkan Islam dengan kekerasan dan separatisme dan mengolok-olok Nabi Muhammad saw.kami mendesak pemerintah Jokowi untuk mengecam pemerintah Perancis yang jelas-jelas telah menghina Islam dan patut diduga pernyataan nya berbau rasis Kata Musa,Kamis(29.11.2020)

Emmanuel Macron telah menuai sorotan masyarakat dunia terkait perkataannya yang dianggap menyudutkan Islam, hingga menuai kecaman.

Pernyataan yang menuai polemik itu dimulai saat Emmanuel Macron mengatakan tentang ancaman kelompok radikal muslim yang ingin mengubah nilai-nilai liberalisme dan sekularisme Prancis.

Ia juga memberikan komentar pribadi usai tewasnya seorang guru sejarah yang kepalanya dipenggal karena menampilkan karikatur Nabi Muhammad SAW. Menurut Macron, guru tersebut mengajarkan kebebasan berekspresi sekaligus kepercayaan.

Terkait pernyataannya yang melukai umat Islam, aktivis 212 Musa Marasabessy buka suara dan mengecam pernyataan Macron.

Marasabessy meminta Presiden Jokowi segera memerintahkan menteri luar negeri untuk memanggil Dubes Prancis untuk Indonesia.

Lanjut Marasabessy,tindakan kriminal harus dihukum. Namun dia berharap Macron sebagai presiden Perancis tidak menggeneralisir pelaku kejahatan dengan agama tertentu.

kalau memang kriminal seperti itu ya dihukum,bukan memprovokasi warganya untuk menyerang orang-orang tertentu,itu tidak boleh,” ujarnya.

Marasabessy menilai pemerintah Indonesia harus menyampaikan sikap resmi terkait pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron soal Islam. Menurutnya, sikap resmi pemerintah RI bisa meredam kegelisahan umat Islam Indonesia.

“Teman-teman aktivis Islam sudah mulai membicarakannya.Tentu yang pertama kita mengutuk keras pernyataan Emmanuel Macron itu dan kami juga meminta kepada Pemerintah Indonesia untuk ada sikap resmi pemerintah Indonesia terkait pernyataan presiden Perancis tersebut,tutup putra Maluku ini. (Bison)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *