Petani: Harga Cengkeh Turun Hingga 40 Persen

Jakarta, Perpek Media – Para petani cengkeh di wilayah Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara, kembali Happy (Senang) di awal musim panen cengkeh kali ini.

Padahal di balik itu, harga cengkeh hasil panen petani masih dalam kondisi belum stabil.

Di Desa Bukumaadu Kecamatan Jailolo, para petani cengkeh mulai disibukkan dengan kegiatan memanen cengkeh pada musim panen

Tahun ini mereka terlihat senang meski harga cengkeh saat ini terbilang masih belum memuaskan.

“Saat ini harga cengkeh hasil panen masih di harga Rp. 55.000 perkilogramnya. Dengan kata lain, masih jauh dari harapan,” Kata Demianus Aba, petani cengkeh, saat ditemui di kebun oleh lapan6online.com media jaringan perpek.com, pada Kamis (29/10/2020) kemarin.

Demianus Aba menuturkan, harga cengkeh saat ini masih terbilang rendah dibanding dengan harga panen tahun sebelumnya. Untuk itu, ia berharap harga cengkeh tahun ini bisa kembali tembus seperti tahun lalu.

“Tahun kemarin harga cengkeh mencapai Rp. 70.000-80.000 perkilogramnya. Jadi jika dibandingkan dengan harga sekarang, turun hingga 40 persen,” katanya.

Sementara itu, Perangkat Desa Bukumaadu, Oce Momone, mengatakan, saat ini petani cengkeh di daerahnya mulai tumbuh dan perlu adanya pengembangan.

“Alhamdulillah saat ini warga kami sudah kembali banyak yang menanam cengkeh. Mudah-mudahan saja, kedepannya harga cengkeh ada peningkatan, sehingga mampu mendongkrak perekonomian masyarakat,” jelasnya. (Yos/Red)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *