Demokrasi Tak Mampu Wujudkan Perubahan Hakiki ?

Oleh: Umi Jamilah

Jakarta, Perpek Media – Sudah hampir setahun corona mewabah, namun pemerintah belum juga bisa mengatasi pandemi ini. Justru regulasi dan kebijakan yang diputuskan hanya berujung pada krisis ekonomi berulang. Anggaran yang disiapkan sekitar Rp53 triliun untuk pemulihan ekonomi nasional baru terealisasi sekitar 13 persen. Menurut Akmal—seorang politisi PKS—angka tersebut dinilai sangat kecil dan sangat mungkin terjadi dikarenakan pemerintah memang tidak punya anggaran. (kabar24.bisnis.com, 23/08/2020). Negeri ini juga diprediksi akan masuk jurang resesi seperti negara lain.

Selain pandemi, demokrasi yang diagungkan di negeri ini nyatanya tak berjalan dengan semestinya. Kita lihat saja bagaimana demokrasi berjalan dalam kasus UU Ciptaker. Keputusan dapat diubah sesuai kehendak para kapitalis. Draft UU Cipta Kerja sudah berkali-kali diganti, menunjukkan tidak konsistennya dalam membuat kebijakan. Yang awalnya draft berjumlah 1.028 halaman. Lalu pada tanggal 5 Oktober 2020 berubah menjadi 905 halaman. Tanggal 9 Oktober 2020 berubah lagi menjadi 1.052 halaman. Pada tanggal 12 Oktober 2020 muncul lagi draf berjumlah 1.035 halaman. Draft muncul lagi pada tanggal 13 Oktober 2020 berjumlah 812 halaman. Sampai pada tanggal 21 Oktober 2020 draft berubah menjadi 1.187 halaman, dan ini yang terakhir dan disebut final. (detiknews, 02/11/2020).

Kelihatan sekali undang-undang ini tidak sehat dan penuh kepentingan. Pantas, biar bagaimana pun rakyat berteriak agar pemerintah membatalkan UU ini, palu tetap saja diketok. Ini terjadi karena demokrasi hanya dijadikan jalan tol bagi penguasa untuk meloloskan segala kepentingan mereka atas nama rakyat. Menunjukkan bahwa sebenarmya perubahan ke arah yang lebih baik tidak akan mungkin bisa dilakukan dengan mekanisme demokrasi.

Demokrasi tidak akan bisa mewujudkan perubahan yang hakiki. Karena para kapitalis hanya ingin meraih keinginannya, yaitu meraih kursi kekuasaan dan membiarkan rakyatnya bertarung melawan ganasnya kehidupan. Sistem kapitalisme hanya bertumpu pada sektor nonriil; seperti investasi secara tidak langsung melalui pasar modal dengan membeli saham-saham yang ada di pasar modal.

Demokrasi juga gagal memberikan keadilan dan menyejahteràkan rakyat. Konsep ini hanya digunakan untuk tujuan politik, yaitu meraih kursi empuk kekuasaan. Rakyat didekati hanya ketika menjelang pemilu. Regulasi yang dibuat dalam demokrasi sampai kapan pun tidak akan pernah berpihak pada rakyat, selalu mengarah pada kepentingan para kapitalis.

Demokrasi adalah sistem yang merusak tatanan kehidupan manusia karena dibuat oleh pikiran manusia yang didasari hawa nafsu belaka. Demokrasi hanya akan memberikan ketidakadilan dalam mengatur kehidupan manusia. Sistem ini terlahir dari ideologi kapitalisme. Sehingga ada kaitan yang erat antara pengusaha dan penguasa. Elit yang berkuasa pun adalah para kapitalis (pemilik modal besar). Sudah jelas demokrasi yang terlahir dari kapitalisme adalah sistem rusak dan merusak yang tak layak dijadikan sebagai asas perubahan

Jika dilihat, kondisi negeri kita hari ini sedang tidak baik-baik saja. Begitu banyak masalah. Krisis ekonomi yang berulang, kegagalan dalam mengatasi masalah pandemi, undang-undang yang tidak sehat dan masih banyak permasalahan lain yang melanda negeri ini. Ini adalah masalah sistemik, sehingga menuntun kepada umat islam akan adanya perubahan mendasar, mengakar dan menyeluruh dalam mengatasi permasalahan ini.

Perubahan sistem dari sistem yang rusak menuju sistem terbaik adalah solusi yang tepat. Pengaruh demokrasi dan kapitalisme tidak bisa dihentikan kecuali dengan perubahan sistem secara total, yaitu sistem islam kaffah.

Sistem islam selalu berpihak pada rakyat dan pemimpin bertanggungjawab mengurusi urusan rakyat. Rakyat menjadi skala prioritas. Seperti yang dicontohkan oleh khalifah Umar Bin Khattab dalam mengurusi rakyatnya. Khalifah selalu berkeliling untuk melihat keadaan rakyatnya. Suatu hari, ketika ditemuinya sebuah rumah dengan tangisan anak yang sedang kelaparan, maka khalifah langsung turun tangan sendiri untuk memberikan bantuan kepada keluarga si anak itu.

Islam tak sekadar agama, tak sekadar ide-ide abstrak. Islam adalah ideologi yang memiliki aturan mendasar dan menyeluruh. Islam adalah sebuah sistem yang bukan hanya sebatas agama. Islam adalah sebuah tatanan luas yang mengatur segala aspek kehidupan yang mencakup ilmu pemerintahan, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, keamanan, militer, dan hukum.

Dalam setiap permasalahan, islam selalu datang membawa solusi yang solutif. Sistem ini bukan hanya kebutuhan bagi kaum muslim semata, tetapi kefardhuan yang mengantarkan pada kemuliaan kehidupan. Allah berfirman, “Sesungguhnya agama disisi Allah adalah islam. Tidakkah berselisih orang-orang yang telah diberi kitab, kecuali setelah mereka memperoleh ilmu, karena kedengkian diantara mereka. Barangsiapa ingkar terhadap ayat-ayat Allah, maka sungguh Allah sangat cepat perhitungannya.” (QS. Ali Imron: 19).

Mengingat islam pernah berjaya selama lebih dari 1300 tahun. Sejarah pernah mencatat keberhasilan suatu peradaban yang dibangun dengan sistem islam. Islam mampu mengubah bangsa Arab dari jahiliyah menjadi bangsa yang luhur dan berkedudukan tinggi di seluruh penjuru bumi. Mereka menjadi negara adidaya yang menguasai 2/3 dunia dengan menjalankan aturan Sang Pencipta.

Islam hadir dibawa oleh Nabi Muhammad SAW kepada manusia seluruhnya, baik muslim mau pun non muslim dan menjadi rahmat bagi seluruh alam. Sehingga Perubahan yang mendasar dan menyeluruh ini tidak sekadar kebutuhan, namun sebuah kewajiban syari untuk menuju puncak kemuliaan.

Kita bisa menerungi sejenak firman Allah SWT, “Dan kami tidak mengutus engkau (Muhammad), melainkan kepada semua umat sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakn manusia tidak mengetahuinya.” (QS. Saba’ : 28). “Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam.” (QS. Al Anbiya’: 107).

Wallahua’lam Bishshowab.

*Penulis adalah (Aktivis Muslimah dan Member AMK)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *