Bukan GenRe, Mengatasi Masalah Remaja Butuh Solusi Mendasar

Oleh: Retno Purwaningtias

Medan, Perpek Media – Dalam rangka merespon permasalahan remaja yang hari ini kian merebak, Pemerintah Kota Medan mengembangkan program GenRe (Generasi Berencana). Program ini memiliki tujuan untuk membentuk karakter generasi muda dengan terus melakukan sosialisasi agar menjauhi pernikahan dini, seks pra nikah dan juga narkoba.

Program GenRe dilakukan dengan dua pendekatan, yaitu pertama, pendekatan kepada remaja langsung melalui pengembangan Pusat Informasi dan Konseling (PIK) remaja/mahasiswa dan kedua, pendekatan kepada orang tua melalui pengembangan kelompok Bina Keluarga Remaja (BKR). Agar program ini dapat berjalan maksimal, GenRe juga gencar disosialisasikan di sekolah, perguruan tinggi dan pondok pesantren. (gosumut.com, 15/11/2020).

Fakta kerusakan remaja hari ini terjadi karena negara juga terlibat di dalamnya. Kebijakan yang diambil negara seringkali bukan kebijakan yang selaras dengan program yang digencarkan untuk menekan angka permasalahan remaja. Seperti tayangan televisi yang menyuguhkan pergaulan bebas muda mudi, tontonan hiburan yang memperlihatkan goyangan erotis, juga situs-situs bacaan porno di internet yang masih mudah diakses. Ini semua tak mampu dikendalikan oleh pemerintah untuk dihentikan.

Ditambah lagi sistem hukum yang ada hari ini bagi pecandu narkoba tidak dipandang sebagai pelaku tindak kriminal, tetapi hanya sebagai korban atau orang sakit yang butuh proses penyembuhan. Bahkan, untuk para bandar atau pengedar sendiri yang sudah dijatuhi hukum juga tetap bisa mengontrol penyebaran narkoba dari dalam jeruji besi.

Demokrasi yang melahirkan sistem kehidupan sekuler liberal seperti hari ini memberikan kebebasan berperilaku bagi pada para remaja dan masyarakat. Negara kehilangan fungsinya karena sistem ini mengaharuskan negara untuk mengakomodir segala kepentingan kelompok, terutama kepentingan para kapitalis dan liberalis. Akibatnya, halal haram tak dapat dibedakan, benar salah menjadi kabur.

Potret buram remaja dapat dituntaskan dengan memperbaiki sistem hidup yang akan mempengaruhi pemahaman dan perilaku remaja. Untuk itu, dibutuhkan peran dari berbagai unsur, tak hanya keluarga dan sekolah, tetapi masyarakat dan negara juga memiliki tanggung jawab. Seluruhnya bertanggung jawab untuk membentuk kepribadian yang baik pada remaja, yaitu kepribadian yang dibangun di atas pondasi iman dan takwa. Semua unsur harus bersinergi untuk mewujudkan lingkungan yang baik bagi perkembangan remaja.

Melihat program GenRe yang hari ini hadir di atas sistem demokrasi yang melahirkan kebebasan berkepribadian, solusi ini tidak akan pernah mampu mengatasi masalah remaja. Apalagi program ini dijalankan ketika negara masih berpijak pada ideologi sekuler. Tidak sembarang pembinaan mampu mengarahkan perilaku remaja, karena hanya pembiaan yang berbasis akidah islam saja yang mampu memberikan kontribusi bagi pembentukan kepribadian remaja.

Sehingga, solusi apa pun yang diberikan, bila tidak ada upaya untuk mengubah sistem–yang dapat mencegah pergaulan bebas dan penyebaran narkoba, pantas ditolak. Bila negara tidak mampu menciptakan lingkungan yang mendukung program, solusi yang diberikan hanya seperti solusi tambal sulam. Karena yang dibutuhkan untuk menyelesaikan masalah ini adalah solusi yang mendasar, sehingga dapat berdampak luas dan langgeng.

Oleh sebab itu, upaya yang dilakukan seharusnya fokus pada tindakan pencegahan, tidak sekadar membuat program-program yang kelihatannya “wah” namun negara tidak melakukan tindakan apa pun untuk mendukung program-program-program tersebut. Kehadiran negara berfungsi untuk menegakkan hukum syariat dalam kehidupan. Tanpa keberadaannya, maka tidak mungkin masalah selesai secara tuntas.

Solusi yang dimaksud adalah dengan menerapkan hukum-hukum pergaulan islam. Untuk masalah narkoba, dilakukan dengan penerapan sanksi, tidak hanya bagi pengedar, namun juga si pecandu. Karena narkoba adalah barang haram yang dapat merusak akal. Segala hal yang merusak akal diharamkan dalam islam. Nabi bersabda, “Segala yang mengacuhkan akal dan memabukkan adalah haram.” (HR. Imam Abu Dawud). Dan bagi siapa pun yang melakukan perbuatan haram, wajib mendapatkan hukuman. Negara mutlak diperlukan untuk menegakkan syariat ini.

Sehingga, upaya solutif untuk menghapus dan mengatasi masalah remaja seperti seks pra nikah dan narkoba hanyalah dengan membuang demokrasi yang menjamin kebebasan berperilaku. Karena demokrasilah yang melahirkan sistem kehidupan sekuler dan serba bebas. Menggantinya dengan sistem hidup yang berasal dari Allah SWT, yaitu islam.

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”. (QS. Ar Ruum: 41).

Wallahu’alam Bisshowwab

*Penulis adalah Aktivis Muslimah

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *