Permintaan Pasar Meningkat, Ketua RW 06 Kp. Parigi Rumpin Budidaya Ikan Lele

Bogor, Perpek Media – Permintaan pasar terhadap ikan lele yang kaya akan gizi sepertiomega-3, serat protein, asam amino, zat besi dan yodium dari tahun ke tahun semakin meningkat. Hal ini ternyata membuat Ketua RW. 06, Bpk. Januri tertarik membudidayakan jenis ikan tawar yang satu ini.

“Lele termasuk jenis ikan yang banyak di konsumsi di tengah masyarakat, disamping itu saya liat juga pedagang pecel lele yang kini mudah ditemukan, ini lah yang membuat saya tertarik untuk membudidayakan lele sebagai salah satu bisnis yang menjanjikan” ujar Januri saat di wawancarai, Selasa (24/11/2020).

Januri mulai mengawali bisnis budidaya lele sejak pandemi covid-19, dengan memanfaatkan tanah kosong sekitar 500 meter di halaman belakang rumahnya di Kp. Parigi, Kec. Rumpin, Desa Sukamulya, Bogor. Jenis ikan lele yang paling banyak dibudidayakan adalah ikan lele dumbo.

“Perkembangannya, Alhamdulillah! disamping menjadi bisnis, bisa mengajak warga yang terkena dampak covid-19 tetap beraktifitas dalam menumbuhkan perekonomian” ungkapnya.

Ikan lele memiliki rasa yang lezat dan mengandung nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh seperti protein dan vitamin B-12. Selain kaya gizi dan enak rasanya, budidaya ikan lele bisa menjadi pilihan bisnis rumahan untuk mencari tambahan uang.

“Sekarang warga satu persatu sudah mulai ikut serta membudidayakan lele memanfaatkan lahan kosong di area rumahnya, dan pengunjung dari luar Kp. Parigi pun sudah mulai berdatangan untuk pesan” lanjutnya.

“Budidaya ikan lele harus memiliki keuletan yang tinggi, karena prosesnya cukuplah panjang hingga panen” tambahnya.

Ditempat yang sama, Januri juga membuat 10 kolam dari terpal khusus untuk proses (sortir) lele dari bertelur sebelum masuk kolam empang.

“Kolam khusus ini dibuat untuk pemijahan (perkawinan) yang menghasilkan telur, kemudian setelah bertelur dipindahkan lagi ke kolam terpal (penetasan) , setelah itu ketika telur mejadi larpa (telur sudah menetas) lele sudah berumur sekitar 2 atau 3 minggu disortir untuk menyamakan kebesaran, lalu dipindahkan ditempat kolam terpal pendederan, setelah dikolam pendederan sudah berukuran 9/10 baru lele dipindahkan ke kolam (empang) proses pembesaran” kata Januri.

Januri mengatakan untuk pakan berjenis pelet, jika ikan mencapai 10.000 sampai panen dalam waktu 2 bulan bisa mencapai sekitar 18 atau 20 karung.

Dalam pantauan Tim Perpek Media, kini di Kp. Parigi, budidaya ikan lele semakin berjamur dan digandrungi oleh pemuda. Disamping itu, Januri ketua RW. 06 tak pernah bosan memberikan edukasi kepada pemula yang berminat membudidayakan ikan lele sebagai solusi menumbuhkan perekonomian di tengah pandemi Covid-19. (Jie/Sahdi)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *