Modus Lewat Medsos, 5 Pelaku Penipuan Diamankan Polresta Bandara Soekarno Hatta

Tangerang, Perpek Media – Satreskrim Polresta Kota Bandara Soekarno Hatta meringkus tersangka tindak Penipuan atau Penggelapan. Sebanyak 5 orang tersangka, diantaranya 3 (tiga) orang WNA dan 2 (dua) orang WNI. Dalam waktu 2 (dua) Minggu sampai 3 (tiga) bulan, para tersangka mengelabui calon korban dengan menggunakan Medsos (Media Sosial) dalam aksi penipuan, serta berkomunikasi  dengan berbagi tugas peran untuk mendapat kepercayaan korbannya.

“Ada beberapa tersangka warga negara asing, mereka melakukan penipuan dengan menggunakan sarana media sosial yang ada. Inilah rayuannya, yang mereka lakukan kemudian, wanita atau korban ini tergiur, bahkan ada yang dipacari melalui dunia maya, dan dengan korban laki-laki diajak berbisnis di dunia maya,” ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Drs. Yusri Yunus di Taman Integritas Polres Bandara Soekarno Hatta, Kamis (17/12/2020).

Ditempat yang sama, Yusri menerangkan bahwa Lima tersangka tindak Penipuan atau Penggelapan tersebut dengan menggunakan media sosial yang ada. Yakni ketiganya berinisial IAI, ACN dan CJU adalah Warga Negara Asing (WNA) berasal dari Nigeria berjenis kelamin laki-laki, kemudian dua wanita berinisial LRD dan EP adalah Warga Negara Indonesia (WNI).

“Lima orang yang diamankan, ada satu lagi yang masih DPO, sekarang posisinya di luar negeri. Dialah otak pertamanya, yang memprofiling di media sosial mencari korban-korbannya” lanjut Yusri.

Para tersangka meminta uang kepada korban dengan berbagi tugas peran, seolah-olah ada barang yang ‘tertahan’ Bea Cukai dan berperan sebagai Petugas Bea Cukai.

Atas perbuatannya, para Tersangka dikenakan sangkaan Pasal 378 KUHP dan Pasal 372 KUHP, dengan ancaman hukuman 6 (enam) tahun penjara.

Kronologis:

  • Pelapor Sdr. Rafli Filano (karyawan Swasta) telah berkenalan dan berkomunikasi via Facebook kurang lebih selama 3 (tiga) Bulan dengan yang mengaku bernama Carlos Sanchez yang mengaku berdomisili di Los Angeles USA.
  • Pada Tanggal 1 Agustus 2020, Pelapor dikabari bahwa teman via Medsos-nya (yang berlanjut komunikasi via Aplikasi WA) an Carlos Sanchez (yang menggunakan Nomor HP Amerika Serikat) bahwa Carlos Sanchez telah landing di Bandara Soekarno Hatta dari USA dengan membawa uang sejumlah $300.000.
  • atas membawa sejumlah besar uang tersebut, yang mengaku sebagai Carlos Sanchez mengatakan kepada kprban bahwa uang tersebut tertahan di Bea Cukai Bandara Soetta yang pengurusan nya memerlukan biaya.
  • Korban kemudian dibujuk oleh yang mengaku bernama Sdr Carlos Sanchez untuk membantu biaya clearence untuk uang tersebut dapat tidak ditegah oleh Bea dan Cukai sejumlah Rp 17.600.000 dan dikirimkan melalui Rekening Bank.
  • Pelapor di-iming imingi akan diberikan keuntungan lebih dari yang dikirimkan kepada Sdr Carlos Sanchez.
  • Korban makin percaya setelah dihubungi oleh yang mengaku bernama Sdr Fatmawati yang bertugas sebagai Pegawai Bea dan Cukai Bandara Soekarno Hatta.
  • Setelah dilakukan pengiriman sejumlah uang melalui Rekening Korban dan Sdr Carlos Sanchez bemiat bertemu di Area Bandara Soetta dengan pertemuan tersebut tidak pemah ada dan tidak pernah terjadi.
  • Atas kejadian tersebut Pelapor mengalami kerugian sejumlah Rp. 17.600.000,- (Tujuh Belas Juta Enam Ratus Ribu Rupiah) dan selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke Kantor Polres kota Bandara Soekarno Hatta, guna pengusutan lebih lanjut.

“Pelaku-pelaku ini adalah orang-orang yang cukup sabar, ya cukup sabar untuk menanti kapan dia harus  melakukan penipuan  dengan dunia maya, karena kurun waktunya gak cepat untuk melakukan penipuan, bisa dua minggu sampai 2 bulan bahkan yang terungkap saat ini 3 bulan merayu mendekati korban, bahkan mereka meggunakan foto-fotonya yang agak bagus agar wanita-wanita banyak yang tergiur” ungkap Kombes Pol. Drs. Yusri Yunus.

Pertama, berinisial IAI (WNA) diamankan pada hari Jum’at, 20 November 2020 di Apartemen Maple Park, Jakarta Utara. Berperan sebagai:

  • Membagikan uang hasil Penipuan kepada Tersangka lain
  • Memerintahkan LRD (Pacar Tersangka Pertama) untuk :
  • Mencari Orang yang identitas nya dapat digunakan untuk membuat Rekening Bank yang dapat digunakan sebagai alat bantu kejahatan.
  • Memberikan Nomor Rekening kepada Tersangka sdri EP (untuk selanjutnya dikirimkan kepada Korban)

Kedua, berinisial LRD (WNI) diamankan pada hari Senin, 23 November 2020 di Garut, Jawa Barat. Berperan sebagai:

  • Atas Perintah Tersangka pertama, mencari orang yang dapat dipinjami Identitas Kependudukan (dengan memberikan sejumlah uang / imbalan) sehingga dapat membuka Rekening Bank yang kemudian digunakan sebagai alat kejahatan.
  • Mengambil uang di Rekening (via ATM) dari hasil menipu korban untuk diberikan kepada Tersangka pertama.

Ketiga, berinisial ACN (WNA) diamankan pada hari Sabtu, 12 Desember 2020 di Apartemen Puncak Bukit Golf Lantai 08, No. 08/27 Kec. Dukuh Pakis Kota Surabaya, Jawa Timur. Berperan sebagai:

  • Menerima target / nama calon korban dari Sdr IKECHUKWU (adik kandungnya) yang berada di Nigeria kemudian dikirimkan kepada Tersangka keempat.
  • Mendapat keuntungan sebesar 5% dan hasil kejahatan.

Keempat, berinisial CJU (WNA) diamankan pada hari Sabtu, 12 Desember 2020 di Apartemen Puncak Bukit Golf Lantai 10, Kec. Dukuh Pakis Kota Surabaya, Jawa Timur. Berperan sebagai:

  • Meminta rekening bank kepada Tersangka pertama dan Tersangka kedua untuk digunakan menerima uang hasil penipuan, kemudian memberikan nomor rekening kepada Tersangka kelima untuk diberikan kepada korban.
  • Menerima job penipuan berikut daftar nama calon korban serta skenario penipuan dan DPO Tersangka atas nama KECHUKWU Aliass CARLOS SANCHEZ melalui Tersangka ketiga ACN Berkomunikasi dengan Korban dengan menggunakan Bahasa Inggris sehingga Korban terperdaya.
  • Memerintahkan dan mengarahkan Tersangka 5 an Sdn Eni agar berpura-pura menjadi petugas Bea Cukai untuk menelepon korban.
  • Menerima keuntungan sebesar 10% dari hasil kejahatan.

Kelima, berinisial EP (WNI) Diamankan Sabtu 12 Desember 2020 di Jogjakarta. Berperan sebagai:

  • Berpura-pura sebagai petugas Bea Cukai untuk mengelabui dan membujuk korban melalui telepon dan SMS agar mau mentransfer uang.
  • Menerima keuntungan sebesar Rp. 500.000 – (lima ratus ribu rupiah) setiap pekerjaan (penipuan).

Barang Bukti:

  • 7 (tujuh) buah Handphone milik para Tersangka.
  • 16 (enam belas) buah ATM dari berbagai Bank.
  • 6 (enam) buah Buku Rekening berbagai Bank.
  • 14 (empat belas) Kartu Simcard berbagai Provider.
  • Screen Shoot Percakapan dari Para Tersangka dan Korban.
  • Kalung Emas Hasil Kejahatan.

Selama kurang lebih satu tahun para Tersangka melakukan aksi penipuannya.  Penyidik telah berkoordinasi dengan DivHublnter Mabes Polri dan Kedutaan Besar Negara Nigeria di Indonesia mengenai Pemberitahuan Penahanan para Tersangka WN Nigeria dan Usaha Pencarian DPO yakni Ikechukwu alias Imanuel Alisa Carlos Sanchez yang berperan sebagai Dader atau Otak Tindak Pidana dengan merancang alur proses Penipuan.

“Perbuatan para tersangka kurang lebih sekitar satu tahun, korban yang sudah dapat diverifikasi dibeberapa daerah dengan kerugian bervariasi dari mulai dua juta rupiah sampai tujuh puluh enam juta rupiah” ujar Kapolres Bandara Soekarno Hatta, Kombes Pol Adi Ferdian Saputra, Kamis (17/12).

Korban yang sudah dapat diverifikasi oleh Penyidik, antara lain:

  1. Yohanes kerja di PUPR domisili Merauke kerugian 76 Juta.
  2. Adit Rinaldi Mponoi domisili Palu kerja mahasiswa kerugian 5 Juta.
  3. Umad Jaelani domisili Karawang kerja karyawan kerugian 11,5 Juta.
  4. Antonius Tulus domisli Jakarta selatan kerugian 2 Juta.
  5. Arjun Aldin domisili Jakarta Timur kerugian 2 Juta.
  6. Yusuf Seapudin domisili Bandung kerugian 3 Juta.

Untuk diketahui, uang hasil kejahatan oleh para Tersangka digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Apartemen dan untuk hiburan serta liburan. (Jie)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *