Perempuan Tani HKTI DKI Jakarta Sambut Positif Digitalisasi Dunia Pertanian di Indonesia

Jakarta, Perpek Media – Dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Perempuan Tani HKTI dengan tema “Digitalisasi Perempuan Tani HKTI Sebagai Sumbangsih Kepada Negeri”, yang dibuka oleh Ketua Umum HKTI Jenderal TNI (Purn) Moeldoko di Jakarta, Kamis (17/12/2020), Perempuan Tani HKTI DKI Jakarta menyambut positif digitalisasi dunia pertanian di Indonesia saat ini.

Ketua Perempuan Tani HKTI DKI Jakarta, Rina Fitri, di sela-sela Rakernas menyampaikan bahwa beberapa program unggulan perempuan tani saat ini menitik beratkan pada penggunaan teknologi informasi yang memang saat ini sedang booming di kala pandemi Covid-19 melanda seluruh dunia.

“Kita harus mengikuti perkembangan jaman untuk dapat bertahan dan saat ini dunia pertanian sudah memasuki fase yang bersinggungan lekat dengan kecanggihan teknologi baik dalam proses produksi maupun proses memasarkan hasil pertanian kepada masyarakat,” ujarnya.

Menurut Rina Fitri, perempuan tidak boleh gagap teknologi dan perempuan sebagai tulang punggung ketahanan keluarga harus dapat menggunakan teknologi untuk memudahkan segala kegiatannya, baik dalam ranah domestik maupun ranah lainnya.

Dalam Rakernas tersebut disampaikan bahwa dunia pertanian saat ini tidak hanya identik dengan kegiatan bercocok tanam memproduksi hasil-hasil pertanian saja, namun kini lebih luas lagi dimulai dari persiapan pra tanam hingga pasca panen. Bagaimana memproses suatu hasil pertanian agar lebih cepat sampai ke tangan masyarakat dan mempunyai kualitas yang prima.

Digitalisasi dalam dunia pertanian saat ini sudah banyak dilakukan antara lain dengan monitoring dalam kegiatan penanaman, prakiraan cuaca dan pengolahan lahan dengan alat pertanian yang canggih. kemudian dilanjutkan dengan bagaimana mengemas produk-produk pertanian menjadi produk unggulan yang berdaya saing tinggi, dimulai dari kontroling terhadap penggunaan pestisida dan bahan kimia lainnya hingga proses pemanenan yang tidak merusak bentuk produk pertanian. dilanjutkan dengan pengemasan hasil pertanian dengan kemasan yang steril dan menarik.

Memasarkan hasil pertanian kini dapat dilakukan dengan lebih cepat dan mudah dengan berbagai penggunaan aplikasi marketplace yang sedang menjamur. Berbagai aplikasi marketplace di bidang pertanian kini mulai menggusur aplikasi-aplikasi sejenis di bidang lain. kebutuhan masyarakat khususnya Ibukota Jakarta saat ini adalah ingin mendapatkan bahan-bahan makanan dengan sangat cepat tanpa harus menghabiskan waktu memilih di pasar-pasar konvensional. (*/Jie)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *